BRR Akui Pembangunan di Nias Lamban

BRR Akui Pembangunan di Nias Lamban

- detikNews
Rabu, 29 Mar 2006 01:35 WIB
Nias - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias mengakui keterlambatan pembangunan di Nias setelah bencana gempa dan tsunami melanda daerah itu pada Maret 2005 silam.Pasalnya, selain terkendalanya mobilisasi logistik akibat sejumlah ruas jalan rusak, satuan-satuan Kerja atau Satker BRR ogah pindah ke Nias."Kita mengambil tindakan ekstra dengan mengganti Satker yang tidak mau pindah ke Nias. Sekarang, seluruh perangkat di lapangan sudah siap untuk melaju lebih cepat," kata Kepala BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto dalam jumpa pers di pendopo Bupati Nias, Selasa (28/3/2006). Kuntoro menegaskan, untuk mengejar ketertinggalan, BRR sudah meminta pada lembaga WFPSS untuk membawa logistik dan bahan konstruksi dan bangunan ke Nias. "Untuk persediaan kayu saat ini kita sudah mendapatkan 2.000 m3. Saat ini kayunya sudah ada di pelabuhan Nias," imbuhnya. Sekitar 13 ribu rumah yang masih dibutuhkan, menurutnya, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun depan dengan model rumah tipe 36. Koordinator BRR Nias, William Sabandar menambahkan, sekitar 12 ribu rumah akan diselesaikan pada tahun ini juga. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 ribu rumah dibangun oleh BRR, sisanya dibangun oleh sejumlah NGO asing yang kini berada di Nias. "Sebagian infrastruktur transportasi sepanjang 256 km ruas jalan primer dan sekunder selama ini merupakan hambatan utama mobilisasi logistik. Dengan pencapaian itu, sekitar 1.500 rumah baru diselesaikan dan saat ini lebih dari 1.300 unit rumah dalam taraf pembangunan," ujarnya di tempat yang sama. Akibat gempa 8,7 SR tahun lalu, kerugian di Nias diperkirakan US$ 400 juta dan untuk rehabilitasi serta rekonstruksi dibutuhkan dana sekitar US$ 1 miliar. Separuh dari dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan kembali infrastruktur transportasi. "Bantuan dana yang telah dijanjikan hingga saat ini baru mencapai US$ 150 juta dari pemerintah dan US$ 85 juta dari donor dan NGO," demikian Kuntoro. (atq/)


Berita Terkait