Hampir Sejuta Hektar Lahan Gambut di Sumsel Rusak
Selasa, 28 Mar 2006 20:58 WIB
Palembang -
Hampir seluruh lahan gambut di Sumatera Selatan (Sumsel) seluas 1,2 juta hektar terancam habis akibat pembakaran lahan. Lahan gambut seluas 970 ribu hektar dipastikan telah dihabis dibakar. Sisanya, lahan gambut seluas 230 ribu hektar kondisinya terancam. "Ratusan ribu lahan gambut itu habis dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Ini dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan perkebunan," kata Muhammad Soleh dari South Sumatra Forest Fire Management Project (SSFFMP) di kantor SSFFMP, Jl Jenderal Sudirman, Palembang, Selasa (28/3/2006). Lahan gambut yang tersisa itu, kini juga rentan dengan kebakaran sebagai dampak dari pengembangan perkebunan dan pertanian di pesisir Timur Sumsel. "Lantaran lahan gambut kandungan karbonnya tinggi jika terbakar akan banyak menghasilkan asap dan panas sehingga mengganggu lapisan ozon dan kesehatan," kata Soleh. Oleh karena itu, menghadapi musim kemarau ini, pemerintah maupun masyarakat harus memperhatikan atau menjaga kondisi lahan gambut sehingga tidak dibakar atauterbakar. "Asap dari kita yang menyerang Malaysia dan Singapura sebenarnya asap dari kebakaran lahan gambut di pesisir Timur Sumatra, termasuk dari Sumsel," katanya. Selain soal kebakaran, musnahnya lahan gambut ini juga menyebabkan kawasan resapan air menjadi berkurang. Bila kawasan resapan air itu berkurang, maka banjir mengancamseperti yang dirasakan di sejumlah kawasan di Sumsel saat ini. "Kalau lahan gambut habis bukan tidak mungkin sebagian daerah di Sumsel akan tenggelam," jelas Soleh. Sebagai informasi lokasi lahan gambut di Sumsel itu sebanyak 640 ribu haktar berada di Ogan Komering Ilir, 250 ribu berada di Musi Banyuasin, 230 ribu di Banyuasin, 45 ribu di Muaraenim dan 35 ribu di Musirawas.
(atq/)










































