PKS Ingatkan Gubernur Sumbar: Nggak Boleh Kendor Disiplin Prokes!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 11:09 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Mardani Ali Sera (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menjawab penilaian ranking provinsi dengan tingkat kepatuhan bermasker terendah dengan menyebutkan fenomena orang-orang sudah mulai bosan bermasker. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan disiplin protokol kesehatan (prokes) tidak boleh kendur.

"Memakai masker dan jaga jarak kewajiban kita semua di masa pandemi. Kadang disiplin agak kendor, tugas kita mengingatkan," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Mardani mendukung pemeringkatan provinsi paling rendah tingkat kepatuhan bermasker yang dilakukan Satgas Penanganan COVID-19. Sekali lagi Mardani meminta semua pihak tidak kendur prokes.

"Pemeringkatan yang dilakukan Satgas benar dan bagus. Tinggal bisa. Ditindaklanjuti di lapangan dengan adakah petugas yang bertugas mendisiplinkannya. Adakah anggarannya dan adakah evaluasinya," kata dia.

"Semua tidak boleh kendor disiplin prokes. Dan genjot vaksinasi. Jika semua disiplin dan bekerja keras, kita bisa mengatasi pandemi ini. Dan sebagai bangsa lebih kuat lagi karena lolos dari ujian pandemi yang berat ini," kata Mardani.

Satgas Penanganan COVID-19 menyebut nama Sumbar sebagai satu dari tiga provinsi dengan kepatuhan terendah menjalankan protokol kesehatan, terutama masker dan menjaga jarak. Gubernur Sumbar Mahyeldi berterima kasih atas penilaian tersebut.

Namun ia menyebutkan masyarakat sudah mulai bosan menggunakan masker. Kebosanan warga menggunakan masker menjadi pemandangan di semua daerah di seluruh Indonesia. Bahkan, kata Mahyeldi, di Jakarta ia juga bertemu dengan orang-orang yang tidak bermasker.

"Kalau dilihat di Indonesia sekarang kan orang juga sudah bosan juga pakai masker. Tapi kebosanan-kebosanan saja. Bahkan di Jakarta sendiri. Saya ketemu aja di Jakarta ada orang-orang tidak bermasker," kata Gubernur Sumbar.

(gbr/tor)