RI Terima Pinjaman Baru dari Jepang Rp 7,2 T
Selasa, 28 Mar 2006 16:58 WIB
Jakarta - Indonesia kembali menambah utang baru. Kali ini utang datang dari Jepang. Negeri Matahari Terbit itu mengucurkan pinjaman baru sebesar 93,005 miliar yen atau senilai Rp 7,235 triliun untuk mendukung upaya pembangunan ekonomi dan sosial.Bantuan dari pemerintah Jepang itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes Jepang untuk RI Masasumi Kuroki kepada Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Deplu Primo Alui Joelianto di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2006).Disebutkan bantuan senilai Rp 7,235 triliun itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan 5 proyek dan 1 program, seperti proyek pembangunan jalan akses Tanjung Priok periode II sebesar Rp 2,071 triliun, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan III sebesar Rp 2,150 triliun, proyek perluasan pembangkit listrik tenaga panas bumi Kamojang sebesar Rp 77 miliar.Selanjutnya proyek integrasi pembangunan sumber air dan manajemen banjir di Semarang sebesar Rp 1,268 trilun, program pembangunan sumber daya manusia profesional (periode III) sebesar Rp 756 miliar dan pinjaman kebijakan pembangunan kedua sebesar Rp 912 miliar.Sebelumnya pada Desember 2005, IBRD dan ADB juga memberikan dua kali pinjaman masing-masing sebesar US$ 400 juta dan US$ 200 juta untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia mempertahankan stabilitas ekonomi makro dan mempercepat reformasi kebijakan ekonomi.
(san/)











































