Meski Tak Diizinkan Polisi, HMI Muis Akan Tetap Demo di Depan Istana

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 09:28 WIB
Sejumlah massa yang gunakan atribut HMI diamankan polisi di dekat Kedubes AS. Massa HMI yang sedang unjuk rasa terkait Palestina itu dianggap melanggar aturan.
Massa HMI (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pimpinan Pj Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin akan menggelar demonstrasi siang hari ini meski Polda Metro Jaya disebut tidak memberikan izin atas demo tersebut.

"(Surat pemberitahuan) sudah. Tapi memang pihak Polda juga tetap pada pemahaman bahwa mereka tidak memberikan izin unras (unjuk rasa)," kata Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda PB HMI pimpinan Abdul Muis Amiruddin, Rich Ilman Bimantika, saat dihubungi, Jumat (6/8/2021).

Menurut Ilman, secara aturan, kelompok yang menggelar aksi hanya memberikan surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya. Aturan yang dimaksud oleh Ilman adalah UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Tapi kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum itu kan sudah dijamin dalam konstitusi negara kita. Ditambah lagi dalam UU juga hanya menyebut kita cukup melakukan pemberitahuan saja," katanya.

Baginya, hal terpenting adalah demonstrasi dengan damai. Dia menyebut massa aksi demo akan tertib dan tidak merusak fasilitas umum dan lainnya.

"Yang terpenting, kami unras hari ini tertib dan tidak membuat kerusakan. Karena aksi unras kami adalah aksi damai," ucapnya.

Sampai saat ini, Ilman belum mengetahui jumlah massa yang akan terlibat aksi. "Untuk jumlah pastinya saya belum bisa pastikan berapa. Paling nanti baru bisa dilihat ketika sudah di lapangan," katanya.

Diketahui, PB HMI pimpinan Abdul Muis Amiruddin bakal menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada pukul 13.00 WIB. Rencana demonstrasi di masa PPKM level 4 ini disorot publik lewat viralnya surat Instruksi PB HMI Nomor 144/A/Sek/12/1442. Instruksi itu dibantah oleh HMI kubu Ketua Umum Raihan Ariatama.

Dalam surat instruksi tersebut, HMI kubu Muis menyatakan, menjelang dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin yang disambut krisis akibat COVID-19, pemerintahan Jokowi telah gagal dalam memenuhi hak-hak warga Indonesia. Mereka menyerukan aksi #AgustusMerdeka, isinya adalah kajian persoalan bangsa akibat kegagalan Jokowi-Ma'ruf, serta melakukan unjuk rasa serentak tanggal 6, 13, dan puncaknya pada 16 Agustus 2021. Belakangan, ada pula tagar #JokowiGameOver selain #AgustusMerdeka.

Soal demonstrasi, Muis sudah berjanji HMI akan menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19. "Tentu yang pertama tetap menaati protokol kesehatan," kata Muis, Rabu (4/8).

Simak video 'Mahfud Sebut Pemerintah Tidak Alergi Kritik, tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)