Bobby Siap Tarik Investor Kembangkan Kebun Binatang Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 19:50 WIB
Bobby Nasution (Datuk HM/detikcom).
Bobby Nasution (Datuk HM/detikcom)
Medan -

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengunjungi kebun binatang Medan Zoo. Bobby bakal menarik investor untuk mengembangkan tempat tersebut ke depannya.

"Harus (menarik investor). Ini harus karena kemampuan daerah punya batasan ya, tentunya kita utamakan untuk kepentingan sosial masyarakat. Jadi kalau anggaran kita jor-joran untuk membangun bisnis kan nggak cocok. Kita macam bukan pemerintah namanya untuk fokus malah berbisnis, nggak cocok. Jadi ini harus penggunaan optimalisasi dananya bisa kita tarik swasta," kata Bobby Nasution, Kamis (5/8/2021).

Bobby menilai selama ini bukan karena adanya kesalahan yang dilakukan sehingga kebun binatang belum berkembang. Namun, kata Bobby, pihaknya sejauh ini belum mencapai kesepakatan dengan pihak swasta untuk mengembangkan tempat tersebut.

"Bukan kesalahanlah. Jangan kita bilang kesalahan. Karena tidak ada yang salah, namun ini adalah begini, kalau kebun binatang yang biasanya kita temui, biasanya ada profit oriented mereka swasta murni. Adapun punya daerah dikerjasamakan dengan swasta, nah kita belum. Kita sudah berupaya, sudah mencoba berkomunikasi dengan pihak swasta namun belum terjadi kesepakatan yang baik," ucap Bobby.

Bobby ingin ke depan manajemen mampu bekerja sama dengan swasta. Nantinya menjalin hubungan dengan swasta untuk menarik investor masuk karena potensi investasinya cukup besar.

"Kita ingin ke depannya nanti untuk manajemen ke depannya harus bisa bekerja sama. Kenapa? Karena kita Pemko Medan mungkin SDM kita kan bukan untuk profit oriented ya, bukan menjalankan bisnis berbeda dengan menjalankan roda pemerintahan," ucap Bobby.

"Ke depannya harus orang yang profesional, kalaupun nanti duduk di sini harus bisa berkolaborasi dengan swasta bisa mengajak investor masuk ke sini karena potensinya besar di sini," ucap Bobby.

Bobby pun menargetkan hal ini secepatnya terealisasi. Namun, Bobby mengaku harus melihat lagi kondisi saat ini, ketika bangsa tengah menghadapi pandemi COVID-19.

"Ini kita harus melihat keadaan, ini pandemi COVID. Ini saja sudah kita tutup dari bulan Mei, tentunya investasi itu tolok ukurnya adalah dividen, profit. Nanti kita liat dulu berapa profitnya berapa tahun, bagaimana kondisi ke depannya ini, sudah bisa dibuka. Nanti tiba-tiba pandemi naik lagi, kemarin kita sudah landai, ini sudah pernah ditutup juga dulu, pas naik-naik ya, pas sudah landai dibuka ini naik lagi ditutup lagi. Nah kondisi ini siapa yang bisa kita ajak, bisa sama-sama mengerti, sama-sama paham, target secepat-cepatnya," ucap Bobby.

(gbr/gbr)