Amien: No Perang dengan Aussie

Puji Penarikan Dubes RI

Amien: No Perang dengan Aussie

- detikNews
Selasa, 28 Mar 2006 16:05 WIB
Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai langkah berani pemerintah menarik Duta Besar (Dubes) RI di Australia, sudah benar. Namun ia mengingatkan pemutusan hubungan diplomatik apalagi perang tidak perlu dilakukan."No, no, no (perang)," kata Amien saat ditanyakan tentang desakan perang dengan Australia, kepada wartawan usai jumpa pers mengenai Blok Cepu, di press room DPR, Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/3/2006).Bagi Amien, perang tak perlu dilakukan. Yang penting pemerintah harus menindaklanjuti penarikan Dubes dengan langkah berani selanjutnya. Langkah itu misalnya dengan meningkatkan nota protes.Nota protes yang semula dilakukan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda sebaiknya dilanjutkan dengan nota resmi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Kalau perlu bukan saja dari Menlu. Pemerintah harus mengirimkan nota resmi. Kalau perlu dari Presiden sendiri," kata pria kelahiran Solo, Jawa Tengah itu.Menurut Amien, pemerintah tidak perlu mengembalikan atau memulangkan Dubes RI ke Australia sebelum ada kejelasan sikap atas protes Indonesia terhadap pemberian visa terhadap warga Papua.Namun, ia mengingatkan pemutusan hubungan diplomatik akan merugikan Indonesia. "Dubes kita tak perlu kembali ke Canberra dulu. Tapi kalau pemutusan hubungan diplomatik itu terlalu jauh. Banyak ruginya," ujar mantan Ketua Umum PAN itu.Jika hubungan diplomatik diputus, Indonesia justru tidak bisa mengontrol jika ternyata kerusuhan Papua digerakkan oleh tangan-tangan di Australia. Selain itu, Australia lebih leluasa untuk membuat langkah-langkah destruktif pada Indonesia."Kalau putus hubungan apalagi sampai bermusuhan, Australia akan lebih banyak melakukan langkah-langkah destruktif," tambah Amien.Calon presiden dari PAN pada Pemilu 2004 itu lantas meminta pemerintah tidak meremehkan persoalan Papua. Pemerintah juga diminta agar tidak gampang puas dengan statemen dari para pimpinan negara yang menyatakan dukungannya terhadap NKRI."Kalau kita mengentengkan masalah, kita bisa kecolongan. Jangan sampai terlalu sederhana berpikir dengan pernyataan Howard (PM Australia John Howard) yang mendukung NKRI kita bisa tidur nyenyak, karena politik internasional sangat kompleks," tandasnya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads