Ekonomi RI Meroket 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Layak Dapat Apresiasi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 17:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 mencapai 7,07% secara tahunan (year on year/YoY). Dengan begitu, Indonesia berhasil keluar dari resesi setelah kuartal sebelumnya masih kontraksi -0,74%.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Muhidin M Said menilai strategi pemulihan ekonomi pemerintah yang selama ini dijalankan terbukti efektif. Hal ini didukung oleh pertumbuhan UMKM dan kinerja ekspor yang baik.

"Capaian kinerja perekonomian pada kuartal II tahun ini layak mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan momentum kebangkitan di tengah pandemi yang masih berlangsung tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

"Capaian pada kuartal II ini juga secara resmi telah membawa kita keluar dari zona resesi ekonomi setelah pada empat kuartal sebelumnya kita mengalami kontraksi," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, capaian ekonomi pada kuartal II tak lepas dari tangguhnya resiliensi sektor UMKM. Di saat pertumbuhan kredit perbankan masih terbatas, sektor UMKM mampu bertahan sebagai motor penggerak perekonomian.

"Hal ini bisa dilihat dari realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pada semester I telah mencapai Rp 143,14 triliun, atau 56,58% dari target Rp 253 triliun. Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan KUR kepada 3,87 juta debitur dengan tingkat non-performing loan (NPL) yang relatif rendah pada level 0,88%," jelasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini juga menyebut tingginya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 juga ditopang oleh kinerja ekspor Indonesia yang terus mengalami tren peningkatan dibanding kuartal I bahkan sejak 14 bulan terakhir. Kinerja ekspor mencatatkan surplus pada neraca perdagangan sebesar US$ 6,3 miliar pada kuartal II dan secara kumulatif sebesar US$ 11,86 miliar sepanjang semester I-2021.

"Peningkatan kinerja ekspor ini didorong oleh kenaikan volume dan harga komoditas utama seperti batubara dan CPO. Namun di sisi lain, impor bahan baku dan barang modal juga menunjukkan peningkatan pada kuartal II yang menggambarkan perekonomian di sektor riil telah menuju perbaikan yang signifikan," ungkapnya.

Sementara itu, dia mengungkapkan tercapainya target pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 menunjukkan strategi dan langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejauh ini berjalan efektif.

Dia menilai Kebijakan untuk menjangkau sebanyak mungkin lapisan masyarakat pada PEN baik dalam bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat prasejahtera dan rentan, insentif perpajakan bagi dunia usaha, maupun bantuan bagi pemerintah daerah dan sektor-sektor tertentu mampu meminimalisir dampak pandemi yang masih terus berlangsung.

"Khusus terkait insentif perpajakan, efektivitasnya dapat dilihat pada resiliensi dunia usaha untuk bertahan dan menghindari melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, insentif perpajakan juga efektif meningkatkan konsumsi di beberapa sektor seperti otomotif di mana angka penjualan mobil meningkat 28% pada semester 1 2021 ini," jelasnya.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sudah pada jalur yang tepat menuju pemulihan ekonomi nasional yang op1mal pada tahun 2021 ini. Kami senantiasa memantau dan mengawasi setiap kebijakan yang diambil Pemerintah sebagai mitra yang kritis dan solutif dalam pembangunan negara dan bangsa," pungkas Muhidin.

Simak video 'Ekonomi Tumbuh 7,07%, Komisi XI Apresiasi RI Keluar dari Resesi':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)