Dephan Akan Bangun Pos Perbatasan Terpadu di Papua
Selasa, 28 Mar 2006 15:30 WIB
Jakarta - Berkaca dari pemberian visa 42 warga Papua, Departemen Pertahanan (Dephan) akan membangun pos perbatasan terpadu untuk mencegah keluar masuknya imigran gelap di Papua dan Papua Nugini."Kita akan prioritaskan, karena dana untuk pembuatan pos-pos terpadu tersebut sangat terbatas dan panjang. Perbatasan tersebut sampai 1.000 km lebih. Jadi kita akan prioritaskan," kata Direktur Jenderal Strategi Pertahanan dan Keamanan (Stratahan) Dephan dan Keamanaman Mayjen TNI Dadi Susanto.Hal ini disampaikan dia usai menghadiri acara peluncuran dan diskusi buku "Pencari Komprehensif Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara" di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2006).Dikatakan dia, pos terpadu itu akan dibangun rumah, pos, pagar, landasan heli dan lain lain.Berapa banyak pos yang akan dibuat? "Lebih dari 10 pos," ujarnya.Dadi enggan membeberkan jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembangunan pos tersebut. "Biayanya tergantung, bisa ratusan juta," elak Dadi.
(aan/)











































