Ogah Salaman, Fatima Dilarang Ikut Program Guru di Belanda
Selasa, 28 Mar 2006 15:25 WIB
Utrecht - Seorang perempuan dilarang mengikuti program pelatihan guru di Belanda. Gara-garanya, perempuan muslim itu menolak berjabatan tangan dengan kaum pria karena alasan keagamaan. Namun kini, perempuan muda bernama Fatima Amghar itu bisa bernafas lega karena otoritas Belanda memenangkan kasusnya.Komisi Perlakuan Seimbang Belanda menyatakan, Pusat Pendidikan Regional di Kota Utrecht telah secara ilegal "mendiskriminasi secara tak langsung atas dasar keagamaan" ketika menolak Fatima Amghar masuk dalam program yang diselenggarakannya.Fatima menegaskan, keyakinan agamanya melarang dirinya melakukan kontak fisik dengan kaum pria berusia di atas 12 tahun. Karena itulah perempuan berusia 20 tahun ini menolak berjabat tangan dengan laki-laki.Buntutnya, sekolah tersebut menolak aplikasi Fatima. Alasannya, bersalaman merupakan hal rutin bagi seorang asisten pengajar dalam masyarakat Belanda. Namun komisi Belanda berpihak kepada Fatima."Ada cara-cara salam lainnya yang bisa diterima, yang bisa dianggap pantas dan menghormati," demikian ditegaskan komisi seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (28/3/2006). Kasus Fatima ini merupakan yang terbaru dari serangkaian keputusan menyangkut warga muslim di negeri Kincir Angin itu. Pada tahun 2005, sebuah sekolah Islam di Belanda menolak menerima seorang perempuan muslim untuk posisi guru karena dirinya menolak memakai kerudung. Namun kemudian komisi tersebut mengeluarkan keputusan yang membela perempuan tersebut.Setelah Prancis memberlakukan larangan pemakaian simbol-simbol agama termasuk jilbab, kalung salib di sekolah umum, pemerintah Belanda memutuskan untuk menyerahkan masalah itu pada masing-masing sekolah. Namun empat bulan lalu, parlemen Belanda menyetujui larangan mengenakan burka di depan publik. Sebanyak enam persen dari keseluruhan masyarakat Belanda adalah muslim. Kebanyakan dari mereka merupakan imigran generasi pertama atau kedua dari Turki dan Maroko yang tidak familiar dengan burka.
(ita/)











































