Sidang Suap Nurdin Abdullah

Lagi, Saksi Kontraktor Ungkap Sumbang Rp 1 M untuk Masjid Lewat Nurdin

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 12:53 WIB
Saksi kontraktor Haeruddin saat mengakui sumbang Rp 1 M untuk masjid lewat Nurdin Abdullah. (Hermawan/detikcom)
Saksi kontraktor Haeruddin saat mengakui sumbang Rp 1 M untuk masjid lewat Nurdin Abdullah. (Hermawan/detikcom)

Atas permintaan itu, lanjut Haeruddin, dia mengaku siap memberikan bantuan masjid Rp 1 miliar.

"Setelah saya berdiri (mau pulang dari rumah jabatan) saya ditanya (sama Nurdin Abdullah) berapa, saya jawab bisalah Rp 1 miliar," ujar Haeruddin.

Haeruddin mengaku tidak langsung memberikan sumbangan Rp 1 miliar itu. Dia menyebut sumbangan itu dijemput Syamsul Bahri di rumah Haeruddin beberapa hari kemudian.

"Beliau bilang kalau dibutuhkan itu dana, ada orang (Syamsul Bahri) saya utus. Kira-kira 10 hari Syamsul Bahri datang ke rumah," ucap Haeruddin.

Uang Rp 1 Miliar Dikemas ke dalam Kardus Disetor Pribadi ke Nurdin Abdullah

Masih dalam persidangan, jaksa KPK Andri Lesmana menanyakan kepada Haeruddin mengapa uang itu tak diberikan lewat yayasan.

"Kenapa nggak minta nomor rekening yayasan?" kata jaksa Andri.

Haeruddin pun mengaku sebenarnya memang berharap pihak yayasan masjid yang datang menerima uang Rp 1 miliar tersebut. Namun karena yang datang ajudan Nurdin Abdullah, Haeruddin mengaku tetap ikhlas.

"Harapan kami memang begitu, Pak, cuma yang datang ajudan orang kepercayaan, kami berikan," kata Haeruddin.

"Uang itu kami kemas di ke dus, pecahan Rp 100 ribu," sebut Haeruddin.

Tak Ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Nurdin Abdullah soal Sumbangan Masjid

Sementara itu, jaksa KPK lainnya, Yoyo Fiter, menanyakan apakah Nurdin Abdullah pernah menyampaikan rancangan anggaran biaya (RAB) masjid di kawasan Kebun Raya Pucak.

"Saudara tidak pernah disampaikan RAB?" tanya Yoyo.

Menjawab hal tersebut, Haeruddin tegas mengatakan tidak pernah ditunjukkan soal RAB masjid yang akan dibangun. Namun dia menyebut Nurdin Abdullah mengatakan bangunan masjid di Pucak memang butuh biaya besar.

"Beliau hanya menyampaikan ini pembangunan besar," ungkap Haeruddin.

Selanjutnya, jaksa juga menanyakan apakah Nurdin Abdullah pernah menunjukkan laporan pertanggungjawaban bangunan masjid.

"Saudara pernah diberi tahu pertanggungjawaban pembangunan masjid?" tanya jaksa.

Terhadap pertanyaan ini, Haeruddin tegas menyebut Nurdin tidak pernah menunjukkan laporan pertanggungjawaban sama sekali. "Tidak," tegas Haeruddin.


(hmw/nvl)