detikcom Do Your Magic

Pembatas Jl Cilincing Rawan Celaka: Rambu Peringatan Hilang Berganti MCB

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 11:48 WIB
MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan kecelakaan, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan bikin celaka, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Rambu peringatan di pembatas jalan rawan bikin celaka di Cilincing kini sudah tidak ada. Rambu itu berganti dengan beton pembatas jalan (movable concrete barrier/MCB).

Pembatas jalan yang rawan bikin celaka itu ada di Jl Cilincing Raya, Jakarta Utara, tepatnya di depan New Priok Common Gate. Pantauan detikcom Do Your Magic di lokasi, Kamis (5/8/2021), rambu pembatas jalan itu kini hanya menyisakan sebatang besi yang bengkok.

Tampak beton MCB terpasang sepanjang 50 meter di depan pintu masuk New Priok Common Gate. Beton-beton MCB itu terpasang rapi di sisi kiri Jl Cilincing Raya menuju ke arah Kalibaru. Kini kendaraan tidak bisa melipir ke sisi kiri jalan karena sudah dipasangi beton MCB.

MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan kecelakaan, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan bikin celaka, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

Beton MCB tersebut tampak memiliki dua warna, yakni ada yang berwarna abu-abu dan ada yang berwarna kuning. Selain itu, adanya beton tersebut tampak seperti memisahkan dua jalur, yakni jalur cepat di sisi kanan dan jalur lambat di sisi kiri jalan.

MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan kecelakaan, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)MCB di pembatas Jl Cilincing yang rawan bikin celaka, 5 Agustus 2021. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

Kendati begitu, rambu pembatas jalan di seberang Halte Airin masih terpasang dengan baik. Rambu tersebut terletak sekitar 20 meter sebelum rambu pembatas jalan lainnya yang kini sudah terpasang beton MCB.

Arus lalu lintas sekitar pukul 10.50 WIB di Jl Cilincing Raya terpantau ramai-lancar. Tidak ada kepadatan kendaraan di sekitar lokasi dan mayoritas kendaraan yang melintas adalah kendaraan berat seperti truk kontainer.

(dnu/dnu)