Doa Bersama Mahasiswa UI, Jazilul Fawaid Sebut Pandemi Ujian Keimanan

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 10:40 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia selama lebih dari satu tahun dan masih belum teratasi. Hingga kini, setidaknya ada sekitar 3,5 juta orang terjangkit COVID-19 sejak kasus pertama diumumkan di Indonesia awal Maret 2020 lalu dengan angka kematian mencapai 100.636 orang meninggal dunia.

Melihat hal ini, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan Corona menjadi bagian dari ujian ketauhidan dan seberapa kuat keimanan kita kepada Allah SWT dalam melihat fenomena ini dengan perspektif masing-masing.

"Orang sekuler melihat Corona seperti apa, orang NU seperti apa, tapi karena saya meyakini akidah saya, iman kepada qada dan qodar Allah SWT maka saya meyakini betul ini adalah ketentuan Allah. Dan saya tahu betul bahwa ketentuan Allah dibuat pasti ada hikmahnya untuk manusia," ujar Jazilul dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Dalam acara 'Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia dari Wabah COVID-19' pada Rabu (4/8), Jazilul memberikan sambutan secara virtual dengan mengatakan bahwa masyarakat boleh saja memaknai pandemi sebagai bagian dari skenario global.

"Ada yang bilang ini dibuat di China pada awal-awal dulu. Ini skenario global dalam rangka..., bolehlah karena manusia itu diberikan kekuatan oleh Allah untuk membuat skenario. Kita semua ini diberikan kekuatan membuat skenario, tetapi pembuat skenario tertinggi hanya Allah. Kita sebenarnya menghadapi apapun itu dalam skenario Allah, itu yang penting. Allah membuat skenario-skenario di bumi sebagai tatanan dan ujian," tuturnya.

Pada acara yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Indonesia ini, Jazilul mengatakan pandemi COVID-19 harus dihadapi dengan kekuatan iman. Sebab menurutnya semua daya dan upaya itu dari Allah.

"Nah, ikhtiar-ikhtiar itu yang hari ini dilakukan teman-teman KMNU UI melalui doa. Di zaman sekarang, biasanya banyak yang menganggap apaan itu doa, orang-orang menyepelekan doa terkadang, orang-orang modern. Tidak ada lagi konsep berkah, konsep keselamatan dari Allah. Corona ini justru menjadi cermin bagi kita untuk melihat seberapa dekat kita dengan pembuat Corona, pembuat alam ini, dan yang membuat diri kita dan skenario. Tidak ada daya dan upaya selain dari Allah, laahaula walaaquwwata illaabillah," ungkap Jazilul.

Ia pun menilai melalui kegiatan doa bersama, masyarakat akan dapat menambah keyakinan kepada Allah.

"Kita kembali kepada ketauhidan kita yang akhir-akhir ini di dalam bahasa Syekh Hossein Nasr krisis manusia modern. Obat dari krisis manusia modern ya COVID-19 ini supaya dia dekat dengan Allah. Kalau kita semakin jauh dengan Allah, kita nggak tahu bagaimana tatanan wajah dunia ke depan ini," paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menyebutkan Indonesia tengah menghadapi krisis multidimensi akibat pandemi COVID-19. Adapun krisis yang dihadapi antara lain pendapatan negara yang turun, hutang membengkak, dan seakan-akan bangsa ini tidak mampu berbuat apa. Juga tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi sesudah pandemi ini.

"Dalam batas-batas rasional, kita punya rencana-rencana dalam batas tertentu. Tetapi apa yang kita rencanakan, kita skenariokan, ada pembuat skenario besar yaitu Allah SWT," imbuhnya.

Oleh karena itu, Jazilul mengimbau agar masing-masing orang bisa menasihati diri sendiri. Sebab menurutnya, obat terbaik berasal dari diri sendiri. Ia menambahkan, nasihat terbaik dan musuh terberat juga datang dari diri sendiri.

"Maka sering-seringlah, mumpung COVID-19 ini, semua di rumah sering-seringlah bicara dengan diri kita sendiri, bermuhasabah, kita hitung, evaluasi, siapa saya, mau kemana, sudah sampai di mana, dan COVID ini seperti apa. Sebab, siapa yang bisa menemukan dirinya sendiri dia yang paling berbahagia, dia yang paling selamat karena dengan menemukan dirinya sendiri, dalam konsep tasawuf, dia akan menemukan tuhannya," ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta ini juga mengajak semua pihak, terutama umat Islam agar memperbanyak doa.

"Mari kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan, dan marilah kita berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk menyebarkan agama Allah," pungkasnya.

(mul/mpr)