SBY Bertemu Empat Mata dengan PM Blair 30 Maret
Selasa, 28 Mar 2006 14:59 WIB
Jakarta - Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair akan menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden SBY.Menurut Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/3/2006), Presiden SBY akan melakukan pertemuan empat mata dengan PM Blair pada 30 Maret mendatang. Pertemuan itu akan berlangsung di Istana Negara selama 20 menit.Blair dijadwalkan tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah Rabu malam 29 Maret. Selepas pertemuan empat mata, akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang akan mengikutkan sejumlah anggota kabinet pada pukul 09.30-10.10 WIB.Selanjutnya Presiden SBY bersama PM Blair akan menggelar pertemuan dengan 6 tokoh Islam yakni Aa Gym, Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, Nazaruddin Umar dan Quraish Shihab.Diskusi itu, kata Dino, akan memberikan pemahaman kepada Blair mengenai wacana Islam di Indonesia serta pemikiran-pemikirannya. "Apalagi saat ini tema yang dirujuk adalah Islam dan Barat," ujar dia. Diskusi itu akan berlangsung pukul 10.15-10.40 WIB.Pada malam harinya Presiden akan melakukan pertemuan dengan delegasi bisnis dari Inggris.Agenda kunjungan Blair kali ini adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris. SBY dan Blair bertemu terakhir pada sidang majelis umum PBB.Parlemen RRCDalam kesempatan itu Dino menambahkan, pada Selasa pagi tadi Presiden SBY menerima kunjungan Ketua Parlemen Konsultasi Politik RRC, Jia Qinglin, di kantor kepresidenan.Dalam pertemuan tersebut Jia Qinglin mengatakan bahwa Cina ingin meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan perdagangan serta tetap mendukung NKRI dan tidak mendukung gerakan separatis.Cina berharap adanya peningkatan saling kunjung pejabat-pejabat negara dan juga kerjasama di bidang flu burung, kejahatan lintas negara dan rekonstruksi di Aceh.Ditambahkannya, masalah ketegangan antara Taiwan dan Cina juga sempat disinggung sedikit. Presiden berharap Cina dapat menyelesaikan masalah itu secara baik."Yang jelas Presiden menegaskan sikap Indonesia pada one China policy," ujar Dino.
(san/)











































