Round-Up

Duduk Perkara Geger Pusara Pasien Corona di Sumut Dibiarkan Terbuka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 07:59 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Geger video viral petugas meninggalkan lokasi pemakaman jenazah COVID yang belum ditutup. Kepala Desa menjelaskan duduk perkaranya.

Kejadian ini bermula dari video viral yang menunjukkan sejumlah orang dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) di pemakaman. Pengunggah menyertakan narasi soal makam pasien COVID-19 yang belum ditutup tanah namun petugas meninggalkan lokasi pemakaman.

Dalam video itu tampak beberapa orang menggunakan APD meratap di pemakaman dengan kondisi lubang makam yang belum ditutup. Salah seorang di antaranya terlihat sedang memasukkan tanah dengan cangkul ke dalam lubang.

"Keluarga dibiarkan menutup sendiri kuburan orang tuanya. Pihak Gugus Tugas meninggalkan keluarga. Inilah keluarga, tidak ada sama sekali petugas," kata perekam dalam video itu, seperti dilihat Rabu (4/8/2021).

Disebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin (2/8) di Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.

"Tolong bantu disebarluaskan teman-teman. Ini video pemakaman ibu saya yang kata pihak rumah sakit terpapar COVID-19. Yang di mana pihak pemerintah dan petugas gugus COVID-19 seolah tidak mempedulikan jenazah ibu saya, mulai dari rumah hingga ke tempat pemakaman. Sesampainya di tempat pemakaman, petugas dan pihak Gugus Tugas langsung pulang tanpa menutup liang kubur. Yang di mana hal tersebut salah dalam peraturan Kemenkes RI terbaru dalam tata cara penguburan jenazah COVID," tulis pemilik akun dalam postingannya.

Romasta, wanita dalam video itu membenarkan soal makam yang belum ditutup. Orang tua Romasta juga salah satu yang makamnya tidak ditutup.

Romasta mengatakan ibunya sempat dinyatakan COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri, lalu meninggal dunia.

"Orang tua kami meninggal terkonfirmasi COVID, tapi tidak ada penanganan dari desa. Kami ingin bertanya kalau ini ada orang meninggal COVID di rumah penanganannya seperti apa, apakah dibiarkan begitu," ujarnya.