Arbi Sanit: RUU APP Buka Konflik Antarumat Beragama
Selasa, 28 Mar 2006 14:35 WIB
Jakarta - RUU Antipornografi dan Pornoaksi (APP) terus diperdebatkan. RUU ini dinilai membuka pertarungan antarumat beragama."Kita nggak butuh. UU yang ada saja yang lebih diefektifkan. Polisi, jaksa, dan hakim bekerja lebih efektif," kata pengamat politik UI Arbi Sanit.Hal ini disampaikan Arbi di sela-sela acara diskusi RUU APP di Restoran Handayani, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/3/2006). Jika gol, menurut Arbi, efek UU itu akan memicu pertarungan agama. "Yang bukan Islam menolak, sekuler, intelektual. Bali dan Papua kan menolak. Jadi tidak perlu dan harus ditarik," ujarnya. RUU APP, menurutnya, merupakan langkah yang terlalu jauh dan mendasar dalam rangka mengubah negara dari sekuler menjadi agama. "Tetapi tidak melalui ideologi, melainkan lewat pelaksanaan negara. Bila RUU ini disahkan maka bertubi-tubi akan datang UU pengaturan negara," jelas Arbi."PKS itu kan strategi dasarnya ke sana. Dia menyatakan bukan partai agama tetapi ingin mengubah pelaksanaan negara menjadi Islam," tudingnya.Tetapi moral itu kan bersifat universal? "Iya. Tetapi kenapa harus Islam. Jadi pengaturan negara berdasarkan Islam sudah masuk ke semua agama. Dengan kata lain satu agama menguasai satu negara," ujar pria berambut gondrong ini.
(aan/)











































