Satgas Monitoring Pelaksanaan PPKM Lewat Command Center

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 09:05 WIB
Pemberlakuan PPKM Darurat diperpanjang. Meski begitu, Jokowi akan melonggarkan PPKM Darurat pada 26 Juli 2021 mendatang bila kasus COVID-19 di RI menurun.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Satgas COVID-19 mengungkap monitoring data serta evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat kelurahan/desa bisa menunjukkan tingkat kepatuhan hingga level yang paling kecil. Sehingga, target sasaran operasi PPKM Mikro dapat lebih akurat.

Dalam diskusi virtual yang dilaksanakan Rabu (4/8), Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan jika dilihat data di level terkecil, pihaknya justru menemukan data yang menunjukkan tingkat kepatuhan lebih rendah di level kelurahan/desa, dibandingkan dengan level provinsi atau kecamatan/kota.

Misalnya, pada evaluasi kepatuhan memakai masker di tingkat kabupaten/kota, Dewi menjelaskan dari 390 kabupaten/kota yang melapor, 69 di antaranya atau sekitar 17,69% kepatuhannya masih rendah di bawah 75%.

Jika dilihat di level kecamatan, lanjutnya, total ada 3.395 kecamatan yang melaporkan tingkat kepatuhan masker dalam 7 hari terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 791 atau sekitar 23% kecamatan memiliki kepatuhan memakai masker yang masih rendah di bawah 75%.

Lebih dalam lagi di level kelurahan/desa, Dewi mengatakan ada 17.361 desa yang melaporkan. 4.289 di antaranya memiliki kepatuhan memakai masker yang rendah. Berdasarkan data tersebut Dewi menilai masih banyak lingkungan kelurahan/desa yang membutuhkan perbaikan lebih dalam upaya pengendalian COVID-19, terutama soal kepatuhan memakai masker.

Untuk itu, Dewi mengatakan penting untuk pihaknya memiliki sistem data yang bisa menjangkau level kecil sekalipun untuk menghasilkan data yang lebih akurat.

"Jadi kalau dari sistem dashboard monitoring evaluasi, ini sudah dibuatkan berjenjang. Dari level provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan posko kelurahan/desa kita buatkan dashboard-nya agar mereka bisa memantau sendiri laporan yang masuk setiap hari dan sistemnya real time plus dilengkapi dengan foto-foto bukti kegiatan di lapangan," jelas Dewi dalam diskusi bertemakan 'COVID-19 dalam Angka: Optimalisasi Peran Posko PPKM' yang disiarkan secara virtual, dikutip Kamis (5/8/2021).

Kendati demikian, ia mengaku sistem ini masih perlu dimasifkan. Menurutnya, pelatihan mengenai pengawasan dan monitoring jalannya PPKM Mikro juga masih terus digulirkan agar pengawas di lapangan bisa memahami sistem monitoring yang tengah dijalankan.

"Saat ini di Satgas kita juga sudah membentuk Command Center yang tugasnya adalah mengabsen. Nanti akan diabsenin juga nih daerah-daerah, karena kita butuh lebih di-push lagi nih agar pengendalian di lapangan lebih terasa dan terjaga," ungkapnya.

Dewi mengatakan Command Center dari Satgas ini pelaksanaannya akan dibantu melalui kolaborasi TNI dan Polri untuk melihat tingkat kepatuhan masyarakat di lapangan dalam pelaksanaan PPKM Mikro.

Adapun hadirnya Command Center diharapkan dapat membantu melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja sehari-hari terkait pengendalian COVID.

"Salah satu hal yang kita lakukan adalah membangun Command Center yang kemudian kerjanya setiap hari adalah memantau dan mengevaluasi. Misalnya daerah mana nih sudah seminggu tidak ada laporan kinerja posko, atau dalam seminggu tidak ada laporan monitoring kepatuhannya," katanya.

Dengan adanya Command Center, Dewi berharap pihaknya monitoring pelaksanaan PPKM hingga level terkecil bisa terus terjaga dan terlaksana dengan baik demi pengendalian COVID-19 di tanah air.

(prf/ega)