Sindiran Tajam PDIP ke PD yang Ributkan Cat Pesawat: Post Colour Syndrome!

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:52 WIB
Arteria Dahlan
Arteria Dahlan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik Partai Demokrat yang keras bersuara terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan dari warna biru menjadi warna merah-putih. Arteria pun menyinggung Partai Demokrat seperti mengalami post colour syndrome.

Arteria awalnya menjelaskan post colour syndrome merupakan pelesetan dari post power syndrome. Dia lantas mempersoalkan pada saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat presiden justru pesawat kepresidenan dipesan berwarna biru.

"Warna bendera negara kita kan merah-putih, bukan warna biru. Justru kita bertanya, kok dulu tak sejak awal pesawat itu diwarnai merah-putih? Lalu apa yang salah dengan warna pesawat kepresidenan jika diubah menjadi merah-putih sesuai warna bendera negara kita?" kata Arteria kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Arteria lalu menjelaskan bahwa pengecatan pesawat, seperti penjelasan Sekretariat Negara, sudah direncanakan sejak 2019 dan merupakan satu paket pengerjaan pengecatan dengan heli kepresidenan Super Puma yang lebih dulu dikerjakan. Dia mengaku heran lantaran persoalan pengecatan pesawat ini sudah pernah dibahas dan disetujui juga oleh DPR.

"Tentu saja anggaran untuk pengerjaan ini sudah dibahas dengan DPR, dan disetujui tahun 2019. Aneh saja kalau sekarang ada anggota DPR atau parpol di DPR yang mengkritiknya. Lah, dulu saat dibahas, kenapa tak ditolak, bahkan mereka tidak ada mempermasalahkan sedikit pun kala itu?" ucap Arteria.

Lebih lanjut Arteria mempertanyakan pihak yang menyebut anggaran pengecatan pesawat di saat pandemi tidak tepat. Menurutnya, menggerakkan anggaran negara yang berbeda dengan anggaran penanganan COVID-19 justru salah satu cara untuk menggerakkan ekonomi.

"Anggaran negara itu merupakan satu cara untuk menggerakkan perekonomian. Justru di saat pandemi di mana perekonomian susah, sangat baik ketika negara menggerakkan ekonomi masyarakat lewat anggaran yang riil begini," ujarnya.

"Jadi dana COVID sudah disiapkan oleh pemerintah dan tak diganggu. Terkecuali dana COVID tak disiapkan, bolehlah ada yang marah-marah," sambungnya.

Lebih jauh Arteria justru menyorot partai tertentu yang tak bisa menerima warna bendera partainya tak lagi identik dengan warna pesawat kepresidenan yang lama. Karena itu, politikus PDIP ini menyebut seperti terjadi post colour syndrome kepada pihak yang mempersoalkan warna cat pesawat menjadi merah-putih.

"Mari berhati-hati dengan yang post power syndrome. Mungkin saja ini nanti jadinya post colour syndrome hanya karena tak bisa menerima bahwa warna pesawat kepresidenan tak lagi sama dengan warna bendera partainya," tutur Arteria.

Arteria lantas meminta semua pihak di saat seperti ini bekerja untuk rakyat, bukan malah membuat situasi menjadi lebih keruh.

"Saran saya, kalau tak mau kerja, minimal jangan membuat situasi keruh dan melakukan sesuatu yang justru menurunkan optimisme rakyat menghadapi pandemi ini. Saya pastikan cara-cara populis dengan mengatasnamakan rakyat yang dilakukan oleh mereka tidak akan efektif. Justru akan kontraproduktif," pungkas Arteria.

Simak Video: Ramai Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Telan Biaya hingga Miliaran

[Gambas:Video 20detik]




(maa/tor)