Bamsoet Puji Para Pengusaha Bantu Percepatan Vaksinasi COVID-19

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 15:57 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi keterlibatan para pengusaha muda dalam percepatan vaksinasi COVID-19. Sebagaimana ditunjukkan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) yang bergotong royong bersama Labschool Kebayoran dan RS Gandaria.

Dia menuturkan sentra vaksinasi HIPMI Jaya tersebut menyasar sekitar 4 ribu warga DKI Jakarta, termasuk pelaku usaha UMKM dan berbagai kalangan masyarakat umum lainnya. Ia berharap setelah pelaksanaan vaksinasi itu para pelaku UMKM bisa lebih tenang dalam melanjutkan kegiatan usahanya.

"Pemberian dosis pertama sudah dilakukan pada 3 hingga 12 Juli 2021. Saat ini sedang dilakukan penyuntikan dosis ke-2 dari tanggal 31 Juli 2021 hingga 9 Agustus 2021," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Hal ini ia ungkapkan usai meninjau Sentra Vaksinasi HIPMI Jaya di Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan. Turut hadir antara lain Kepala Sekolah SMA Labschool Kebayoran Risang Danardana, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Sona Maesana, dan Ketua Pelaksana Sentra Vaksinasi HIPMI Jaya Michael Rampangilei.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan saat ini varian virus COVID-19 sudah bermunculan. Dari mulai Alpha, Beta, dan Delta. Melalui gencarnya vaksinasi, dunia dapat menekan peluang lahirnya varian baru dari virus COVID-19. Sekaligus memutus mata rantai penyebar virus dan mempercepat penyelesaian pandemi COVID-19.

"Indonesia menggunakan berbagai merek vaksin yang sudah disetujui WHO. Antara lain Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, dan Moderna. Masyarakat tidak perlu ragu menerima vaksinasi dari merk apapun karena sudah terjamin keamanan, keefektifan, dan kehalalannya. Vaksin terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan dapat kita akses. Divaksin dengan Sinovac, Sinopharm, ataupun Astrazeneca, semuanya sama. Lebih cepat divaksin, lebih baik. Tidak perlu menunda-nunda," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan keberadaan vaksinasi tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan atau malah melupakan protokol kesehatan. Mengingat penyebaran virus COVID-19 masih terbilang tinggi.

"Positivity rate Indonesia, perbandingan antara jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah tes yang dilakukan, masih terbilang tinggi. Per 2 Agustus, secara nasional tercatat mencapai 21%. Sementara di DKI Jakarta 12,4%. Keduanya jauh diatas standar yang ditetapkan WHO, yakni 5 persen. Karenanya selain menggencarkan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga tidak boleh kendor," pungkas Bamsoet.

(akn/ega)