Melerai Bentrokan, Polisi Tewas Terkena Panah di Pelipis
Selasa, 28 Mar 2006 12:57 WIB
Makassar - Keinginan Bripda Antonius Masra, anggota Polresta Pelabuhan, Kota Makassar, melerai bentrokan antarwarga berbuntut duka. Ia terkena panah di bagian pelipis hingga menyebabkan dirinya tewas.Hingga pukul 12.00 Wita, Selasa (28/3/2006), jenazah Antonius masih disemayamkan di rumah duka, Jalan Pelita Raya, Kelurahan Muatanah, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.Puluhan polisi mendatangi rumahnya untuk menyampaikan belasungkawa. Rencananya jenazah Antonius akan dimakamkan di Tanah Toraja malam nanti sekitar pukul 19.00 Wita.Wakapolres Makassar Timur Kompol Taqwil Ichsan saat ditemui di rumah duka mengungkapkan, aparat kepolisian saat ini telah menangkap 6 orang. Status keenam orang tersebut masih saksi. Mereka ditangkap sesaat setelah kejadian bentrokan.Peristiwa tewasnya Antonius terjadi di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, Makassar. Bentrokan terjadi pada Senin 27 Maret pukul 20.00 Wita dan pukul 21.30 Wita. Penyebab bentrokan antarwarga ini belum diketahui.Kompol Taqwil Ichsan menuturkan, Bripda Antonuis saat peristiwa terjadi tidak sedang bertugas. Ia kebetulan sedang berjalan melewati lokasi bentrokan. Meski tidak sedang bertugas, naluri sebagai polisi membuat dirinya turun tangan untuk melerai.Saat melerai itulah, Antonius justru terkena panah di bagian pelipis kanan. Ia segera dibawa ke rumah sakit Bayangkara, Makassar. Namun baru lima menit di RS tersebut, nyawanya tidak tertolong.
(jon/)











































