India Bantu RI Atasi COVID, Airlangga Bicara Solidaritas Antarnegara

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 15:21 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Pada akhir Juli lalu, Indonesia mendapatkan bantuan suplai oksigen dari India. Bantuan tersebut dikirimkan melalui kapal perang India INS Airavat L24.

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan solidaritas dan gotong royong antar negara merupakan hal penting dalam upaya mengatasi pandemi yang melanda seluruh dunia dalam kurun waktu hampir dua tahun ini. Seperti yang diwujudkan dengan mengirimkan bantuan berupa peralatan kesehatan, obat-obatan, vaksin maupun oksigen.

Pada akhir Juli silam Pemerintah India mengirimkan sejumlah bantuan, antara lain meliputi Liquid Medical Oxygen (LMO) sebanyak 100 MT dalam lima tangki ISO Cryogenic dan 300 konsentrator oksigen bagi penanganan COVID-19 di Indonesia. Airlangga menambahkan India juga membantu Indonesia memenuhi kebutuhan vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India melalui fasilitas multilateral COVAX.

Airlangga menyampaikan bahwa inisiatif memberikan bantuan antar negara merupakan bentuk solidaritas. Tidak hanya dengan India, tetapi juga negara-negara lain seperti Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.

"Ini sebagai pengingat bahwa dalam menghadapi pandemi COVID-19, kita harus menguatkan solidaritas dan terus bergandengan tangan sebagai sesama manusia agar pandemi ini bisa lebih mudah dihadapi dan dapat segera diakhiri," kata Airlangga dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti menuturkan Indonesia telah membantu pemenuhan oksigen, ketika India berjuang melawan gelombang kedua COVID-19. Untuk itu, Pemerintah India tergerak untuk balik membantu Indonesia yang menghadapi gelombang kasus COVID-19.

"Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyampaikan bahwa sesuai dengan semangat persahabatan dua negara maritim yang bertetangga ini, Pemerintah India membalas sikap baik Indonesia dengan mengirimkan bantuan medis yang sangat dibutuhkan Pemerintah Indonesia di masa krisis saat ini," ungkap Manoj Kumar Bharti.

(ncm/ega)