Polisi Cari 'Karang Taruna' Pemalak Sumbangan 17 Agustus ke Warteg Tangsel

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 14:49 WIB
Warteg di Ciputat, Tangsel dipalak Karang Taruna Gadungan untuk Sumbangan 17 Agustus (Kadek/detikcom)
Warteg di Ciputat, Tangsel, dipalak Karang Taruna Gadungan untuk Sumbangan 17 Agustus. (Kadek/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi telah menerima laporan aksi pemalakan oknum yang mengaku-aku karang taruna yang minta sumbangan untuk lomba Agustusan di salah satu warteg di Ciputat, Tangerang Selatan. Polisi saat ini tengah menyelidiki pelaku tersebut.

"Sudah ditindaklanjuti dari kemarin," kata Kanit Reskrim Polsek Ciputat, Iptu Deni Nova, saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Deni mengatakan pihaknya masih mencari pelaku yang berjumlah dua orang. Dia berharap secepatnya kasus tersebut bisa terselesaikan.

"Cuma masih belum ketemu dengan orang yang minta sumbangan tersebut. Mudah-mudahan hari ini ada hasilnya," ujarnya.

Minta Sumbangan Lomba 17 Agustus

Peristiwa pungli itu terjadi pada Minggu (1/8) malam. Saat itu datang seorang perempuan dan seorang laki-laki berboncengan kemudian berhenti di dekat warteg.

Pelaku perempuan masuk ke warteg meminta uang dengan mengatasnamakan karang taruna. Sedangkan pelaku laki-laki menunggu di depan pintu warteg.

"Yang cowok berdiri depan pintu, yang cewek ke sini (masuk ke dalam warteg) pakai topi, pakai jaket, pakai celana robek-robek, pakai masker," kata salah seorang pegawai warteg, Windy, saat ditemui, Rabu (4/8/2021).

Perempuan itu lalu meminta uang Rp 35 ribu secara paksa dengan dalih sumbangan kegiatan lomba 17 Agustus. Perempuan itu kemudian menyuruh Windy menelepon pemilik warung bernama Septi. Sebab, Windy tidak berani memberikan uang yang diminta.

"Terus minta uang Rp 35 ribu, katanya disuruh sama RT sini dimintain buat 17-an. Dia maksa, posisi saya sama si mbak (pegawai warteg satu lagi) di sini, si ibu (Septi) lagi keluar, terus mintanya maksa," tuturnya.

Setelah menelepon Septi, Windy tidak memberikan uang yang diminta perempuan tersebut. Si perempuan kemudian mengancam akan melapor ke RT setempat karena tidak diberi uang yang diminta.

Windy lantas menanyakan terkait sumbangan tersebut kepada ketua RT setempat keesokan harinya. Kepada Windy, Ketua RT mengatakan sumbangan yang diminta oknum tersebut tidak benar dan tidak ada sumbangan untuk kegiatan 17 Agustus.

Saat meminta sumbangan, perempuan tersebut membawa kuitansi sebagai bukti sumbangan. Perempuan itu kemudian pergi setelah tidak diberi uang. Windy mengatakan pungli ini bukan kali ini saja terjadi. Tahun sebelumnya, warteg tempat Windy bekerja juga dimintai uang dan diberikan pada saat itu.

Simak juga 'Palak Pengendara, Preman Berkedok Pak Ogah di Makassar Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)