Ini Ciri-ciri 'Karang Taruna' Pemalak Sumbangan 17 Agustus ke Warteg Tangsel

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:05 WIB
Warteg di Ciputat, Tangsel dipalak Karang Taruna Gadungan untuk Sumbangan 17 Agustus (Kadek/detikcom)
Warteg di Ciputat, Tangsel dipalak Karang Taruna gadungan untuk sumbangan 17 Agustus (Kadek/detikcom)
Tangerang Selatan -

Warteg di kawasan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), dipalak oknum yang mengaku-aku sebagai karang taruna setempat. Pelaku berjumlah dua orang, yakni seorang pria dan wanita, meminta sejumlah uang ke warteg dengan dalih sumbangan lomba 17 Agustus.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/8) malam. Seorang pegawai warteg bernama Windy menjelaskan pelaku pria menunggu di depan pintu warteg.

Lalu Windy menjelaskan ciri-ciri pelaku perempuan yang masuk meminta sumbangan ke dalam warteg.

"Ada cewek sama cowok ke sini naik motor. Yang cowok berdiri depan pintu. Yang cewek ke sini pakai topi, pakai jaket, pakai celana robek-robek, pakai masker," kata Windy saat ditemui di lokasi, Rabu (4/8/2021).

Windy menceritakan pelaku wanita meminta uang sumbangan secara paksa. Pelaku meminta uang untuk sumbangan kegiatan 17 Agustus.

"Terus minta uang, katanya disuruh sama RT sini dimintain buat 17-an. Dia maksa. Posisi saya sama si mbak (pegawai warteg satu lagi) di sini. Si Ibu (Septi) lagi keluar. Terus mintanya maksa," ujarnya.

Pada saat kejadian, pemilik warteg bernama Septi sedang tidak ada di lokasi. Windy lalu disuruh pelaku menelepon pemilik warteg agar diberi izin untuk menyumbangkan uang.

"Terus saya disuruh telepon (Bu Septi) suruh minta uang Rp 35 ribu itu, tapi nggak saya kasih karena saya nggak berani. Kata si ibu, jangan dikasih, itu nggak bener," tuturnya.

Pelaku kemudian mengancam akan melaporkan kepada RT setempat karena tidak diberi uang sumbangan. Windy lantas menanyakan soal sumbangan tersebut kepada ketua RT, namun ternyata sumbangan tersebut tidak benar dan tidak pernah ada.

Membawa Kuitansi

Windy mengatakan, saat meminta uang sumbangan, pelaku membawa kuitansi sebagai tanda bukti sumbangan. Tak lama setelah itu, pelaku kemudian pergi karena tidak diberi uang sumbangan.

"Yang cewek itu bawa kuitansi. Kalau misalnya saya kasih uang Rp 35 ribu, itu dikasih kuitansi. Tapi, kalau saya nggak ngasih, ya nggak dikasih kuitansi. Dia langsung pergi, mintanya aja nggak sopan, kakinya naik-naik ke sini. Dia bilang intinya dari karang taruna, terus disuruh minta sumbangan Rp 35 ribu buat 17-an," kata Windy.

Lihat Video: Curhat Pengusaha Warteg Saat Penerapan PPKM Level 4 di Jakarta

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)