Surat Anies untuk Risma Dibalas Sindiran Lambatnya Perbaikan Data Bansos

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 08:10 WIB
Mensos Tri Rismaharini (Risma)
Mensos Tri Rismaharini (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kemensos Sudah Betulkan Data

Risma mengatakan, sejak menjabat menteri, dia sudah memperbaiki data penerima bansos. Dia mengungkapkan ada belasan juta data yang dia kembalikan ke daerah untuk diperbaiki.

"Untuk masyarakat sendiri sejak saya jadi menteri bulan Januari kita minta daerah membetulkan datanya. Ada 14 juta data yang dibetulkan daerah, ada yang daerah aktif dan tidak aktif. Kenapa, karena saya mengembalikan sesuai dengan Undang-Undang 13/2011, bahwa data penerima, fakir miskin itu berasal dari daerah, jadi saya dikembalikan ke daerah. Jadi itu kenapa kami meminta daerah untuk kalau memang kurang ya diusulkan saja," tutur Risma.

Risma mencontohkan salah satu kabupaten di Papua. Dia mengatakan, meski data dikembalikan, kabupaten tersebut langsung memperbaikinya 100 persen.

"Di Papua jangan dikira jauh di sana tidak perbaiki ada satu daerah kabupaten yang sudah perbaiki 100 persen. Dan kemudian kenapa di 2020 menerima 15 ribu orang, di 2021 menerima 28 ribu orang, artinya naik 100 persen. Kenapa naik karena ini kita betulkan, yang ganda kita hapus, sehingga ini bisa dimanfaatkan daerah untuk mengusulkan yang baru," kata dia.

Perbaikan Data DKI Lambat

Dia kemudian menyinggung persoalan perbaikan data dari Pemprov DKI. Risma mengatakan beberapa waktu lalu saat akan penutupan penyerahan data bansos, Pemprov DKI baru memperbaiki datanya 40 persen. Dia pun akhirnya meminta staf Kemensos untuk turun tangan membantu perbaikan itu.

"Silakan mau gimana ya, saat kita mau penutupan bulan apa itu, di DKI itu baru 40 persen perbaikan datanya. Akhirnya saya suruh staf saya turun untuk bantu," ujar Risma.

Kendati demikian, Risma mempersilakan jika Pemprov DKI ingin mengusulkan tambahan penerima bansos. Sebab, banyak daerah juga melakukan hal yang sama.

"Silakan kalau mau usulkan tambahan, daerah banyak mengusulkan dan lakukan perbaikan data sehingga bisa akomodir, daerah lain banyak jumlah usulannya karena kita perbaiki datanya," pungkas dia.


(mae/isa)