Ini Pesan Satgas untuk Provinsi yang Alami Kenaikan Kasus COVID-19

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 04:15 WIB
Jubir Satgas Covid Wiku Adisasmito memberikan keterangan penanganan
covid-19, Selasa (29/12) / FOTO: Rusman - Biro Setpres
Foto: Biro Setpres/Rusman
Jakarta -

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito melaporkan dalam 2 minggu terakhir terjadi penurunan kasus positif COVID-19 di Indonesia. Walau begitu, masih ada beberapa provinsi yang mengalami kenaikan kasus selama 3 minggu berturut-turut.

Ia mengatakan beberapa provinsi harus terus waspada karena masih mengalami kenaikan kasus positif 3 minggu berturut-turut. Provinsi tersebut didominasi dari pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Prof Wiku menjelaskan hampir semua provinsi di Pulau Sumatera masih menunjukkan kenaikan selama 3 minggu terakhir, hanya Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penurunan kasus. Sedangkan di Kalimantan seluruh provinsinya masih menunjukkan kenaikan 3 minggu berturut-turut.

"Di pulau Sulawesi seluruh provinsinya juga menunjukkan kenaikan selama 3 minggu kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan. Sedangkan di Pulau Jawa masih ada Yogyakarta yang masih menunjukkan kenaikan kasus positif 2 minggu terakhir," imbuh Prof Wiku alam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Ia melanjutkan kenaikan kasus yang belum juga dapat ditekan pada sebagian besar wilayah tersebut tentunya perlu menjadi perhatian bersama. Menurut Prof Wiku, kenaikan tersebut juga bisa terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah serta menganggap daerahnya baik-baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM level 4.

"Untuk itu saya mohon kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat dari provinsi tersebut untuk segera melakukan persiapan menghadapi kenaikan kasus," ujar Prof Wiku.

Ia pun berpesan dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih 3 minggu terakhir maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya masing-masing. Ia juga meminta daerah memastikan seluruhnya mencukupi dengan mengkonversi tempat itu rumah sakit untuk pasien atau membuka tempat isolasi terpusat.

Pemerintah daerah juga diminta untuk memastikan suplai oksigen dan obat-obatan tercukupi dan terdistribusi dengan baik. Selain itu, Prof Wiku menyarankan untuk memperkuat peran posko agar pengawasan dan pelaporan kepatuhan protokol kesehatan oleh unsur TNI atau Polri di wilayah masing-masing dapat ditingkatkan.

"Penanganan pada provinsi yang masih mengalami kenaikan ini perlu dilakukan dengan cara penanganan pada provinsi yang telah mengalami perbaikan, melakukan koordinasi berkala dengan seluruh unsur pemerintah daerah dan evaluasi progres perkembangan kasus dan batasi mobilitas di wilayahnya masing-masing jika diperlukan" imbuhnya.

Sebagai informasi, kasus positif mingguan tingkat nasional telah menunjukkan tren penurunan dari puncak kasus tertinggi 3 minggu yang lalu. Untuk kasus positif tercatat mengalami penurunan dari 350.273 kasus pada 12-18 Juli menjadi 289.029 kasus pada 19-25 Juli dan kembali turun menjadi 273.891 kasus pada 26 Juli-1 Agustus.

Di sisi lain, positivity rate juga mengalami penurunan selama dua minggu terakhir dari yang sebelumnya mencapai 30, 72% menjadi 27,38% dan kembali turun menjadi 25,18%.

(ega/ega)