Jual Kartu Vaksin COVID Palsu, Pemilik Usaha Fotokopi di Bekasi Ditangkap

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 20:53 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Bekasi -

Pemilik tempat usaha fotokopi berinisial AI di Bekasi, Jawa Barat, ditangkap. Dia ditangkap bersama karyawannya, HH, karena diduga menjual kartu vaksin Corona dan hasil tes antigen palsu.

"AI menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi palsu," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Mulanya, polisi mendapatkan informasi bahwa adanya jasa penjualan kartu vaksin dan hasil swab palsu di Jalan Raya Industri, Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi. Polisi menelusuri tempat tersebut, yang diketahui merupakan toko fotokopi.

"Didapati bahwa AI dan HH (karyawan) memiliki file scan dan soft copy dari kartu vaksin, hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi di dalam komputer. Selanjutnya, HH dan AI berikut barang bukti diamankan ke Polres Metro Bekasi," jelas Hendra.

AI diduga membuat dokumen kartu vaksin Corona palsu dan hasil antigen palsu dengan cara scan dokumen asli para pelanggan. Dia diduga mengedit keterangan pelanggan menggunakan aplikasi.

"Diedit keterangan yang ada di dalamnya menggunakan Photoshop dan dijual ke orang yang memerlukannya, atau mengubah waktu pembuatan dan masa berlaku yang tertera di surat hasil pemeriksaan rapid," tegasnya.

Aksi tersebut diduga sudah dilakukan para pelaku sejak Juni 2021. Tarif dari pembuatan kartu vaksin dan hasil antigen palsu adalah Rp 15-25 ribu per lembar.

"Keuntungan yang sudah diperoleh selama ini sebesar Rp 240 ribu," ucap Kombes Hendra.

Sejumlah barang bukti diamankan, yakni 1 unit CPU, 2 unit printer, 1 unit scanner, 3 lembar kartu vaksinasi, 9 lembar surat hasil pemeriksaan antigen, 4 lembar surat hasil pemeriksaan antibodi.

Para pelaku dijerat pasal berlapis, di antaranya Pasal 32 jo pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 263 ayat 1 KUHP, dan Pasal 268 ayat 1 KUHP.

Simak juga 'Diciduk Polisi, Penjual Surat PCR Palsu Sudah 3 Bulan Beraksi di DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)