Tak Cuma Air Keras, Face Off Pun untuk Korban Serangan Anjing

Tak Cuma Air Keras, Face Off Pun untuk Korban Serangan Anjing

- detikNews
Selasa, 28 Mar 2006 10:50 WIB
Tak Cuma Air Keras, Face Off Pun untuk Korban Serangan Anjing
Jakarta - Untuk kali pertama di Indonesia, para dokter menggelar operasi bersejarah di dalam negeri, yaitu operasi pencangkokan wajah alias face off, Selasa (28/3/2006). Operasi dilakukan terhadap seorang wanita berinisial S di RSU dr Soetomo, Surabaya.Wajah S rusak berat karena disiram air keras oleh seseorang tiga tahun lalu. Dan selama tiga tahun lamanya, istri Mulyono itu harus hidup dalam keminderan. Hingga akhirnya tim dokter RS terkemuka di Surabaya mengoperasinya hari ini.S akan mendapatkan wajah barunya dengan kulit baru yang ditumbuhbiakkan di bagian punggung pasien. Hingga pukul 10.20 WIB, operasi itu masih berlangsung.Operasi face off ini mengingatkan kita pada operasi sejenis yang terjadi pada 27 November 2005 lalu di Amiens, Prancis.Namun berbeda dengan S, wanita Prancis bernama Isabelle Dinoire ini mendapatkan wajahnya dari wajah perempuan lain! Ini tercatat sebagai operasi pertama dengan metode seperti itu di dunia.Bagaimana perempuan 38 tahun itu kehilangan sebagian wajahnya? Itu semua terjadi saat dia terlelap dan tiba-tiba anjing labrador peliharaannya menyerangnya pada Mei 2005.Peristiwa mengerikan itu menyebabkan hidung, dagu dan kedua bibirnya rusak parah. Dan anjing nakal itu pun dibinasakan atas kehendak keluarga.Berkat kemajuan dunia medis, bagian wajah yang hilang itu bisa digantikan dengan wajah orang lain. Para dokter bedah Prancis berhasil melakukan transplantasi wajah parsial pada perempuan itu.Ini merupakan transplantasi wajah yang pertama di dunia. Operasi rumit itu dilakukan para spesialis dari dua rumah sakit Prancis. Transplantasi dilakukan dengan mengambil jaringan kulit, otot, pembuluh nadi dan vena dari seorang perempuan yang mengalami mati otak. Jaringan itulah yang dipasangkan ke wajah pasien.Meski jiwanya selamat dari serangan anjing, namun perempuan itu harus kehilangan hidung, dagu dan kedua bibirnya. Kini setelah operasi, wajahnya kembali berbentuk, meski harus menggunakan bagian wajah orang lain.Statemen rumah sakit tidak menyebutkan bagaimana tampang sang pasien begitu dia sembuh total nanti. Namun menurut pakar-pakar medis, tidak mungkin dia akan menjadi mirip dengan wajah pendonor.Operasi ini dipimpin oleh Jean-Michel Dubernard, spesialis dari rumah sakit di Kota Lyon, yang juga pernah melakukan transplantasi tangan, dan Bernard Devauchelle, spesialis dari rumah sakit di Amiens.Selama ini transplantasi kulit memang sudah lama digunakan untuk menangani dampak luka bakar dan lainnya. Namum operasi di sekitar mulut dan hidung dianggap sangat sulit karena daerah tersebut sangat sensitif terhadap jaringan asing.Meski keberhasilan transplantasi ini patut diacungi jempol, tapi masih banyak kemungkinan buruk yang mengintai perempuan Prancis itu. Dia berisiko mengalami masalah kesehatan jika tubuhnya nanti menolak jaringan donor. Bahkan ada pula risiko jangka panjang, yakni obat-obatan yang dipakai dalam operasi itu bisa menimbulkan kanker.Isabelle Dinoire mengaku mengalami tekanan psikologis dan fisik sebelum dia dioperasi. Tapi tiga hari setelah bedah transplantasi, dia sudah keluar di jalan-jalan Kota Lyon."Itu memberi saya keberanian luar biasa," katanya saat jumpa pers pada pertengahan Februari lalu. Dinoire tampil di depan publik untuk memperlihatkan perkembangan operasinya."Saat ini saya bisa membuka mulut dan makan serta menggunakan bibir dan hidung saya," katanya lagi.Foto:Wajah S (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait