Banyak Ulama Terpapar Corona, BAZNAS Luncurkan Program Kita Jaga Kyai

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 17:11 WIB
Program Kita Jaga Kyai
Foto: Baznas
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Kita Jaga Kyai sebagai upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Banyaknya ulama yang wafat akibat terpapar COVID-19 menjadi salah satu pendorong diluncurkannya program Kita Jaga Kyai.

Program Kita Jaga Kyai terdiri dari dukungan vaksinasi, paket imunitas, paket higienitas, medical check-up, dan dukungan isoman. Berbagai dukungan ini akan diberikan kepada seluruh elemen di pondok pesantren, seperti santri/santriwati dan pengurus ponpes guna mendukung kesehatan para kyai di tengah pandemi.

Program Kita Jaga Kyai ini diluncurkan di lima tempat sekaligus, yakni Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Al Islah Semarang, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon pada Senin (2/8).

Program Kita Jaga Kyai inisiasi Baznas ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden, K.H. Ma'ruf Amin, serta didukung oleh Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, PUI, serta berbagai ormas Islam lain.

Ma'ruf Amin menyambut baik dan mendukung penuh program Kita Jaga Kyai yang diinisiasi Baznas bersama pihak-pihak terkait. Ia menyebut aksi nyata ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kyai.

Pasalnya menurut Ma'ruf, per tanggal 7 Juli 2021, berdasarkan data Kemenag sudah ada 605 orang kyai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena COVID-19. Tak hanya itu, para santri juga banyak yang terpapar virus di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahim, Program Kita Jaga Kyai saya nyatakan resmi dimulai dan semoga berhasil dan menjadi amal sholeh. Saya mengapresiasi inisiatif BAZNAS dan Kemenag yang mendesain program Kita Jaga Kyai ini, salah satu bentuk negara atau pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kyai serta pengasuh pondok pesantren yang telah berjasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Dalam acara Peluncuran Program Kita Jaga Kiai melalui konferensi video, Ma'ruf Amin juga mengapresiasi Baznas yang telah mengoptimalkan dana zakat, infak dan sadaqah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk kemaslahatan umat terutama dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Saya mendorong agar Baznas terus dapat memperkuat kapasitas kelembagaannya sehingga pengelolaan ZIS di Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, yang mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan terima kasihnya kepada Baznas pusat, daerah, dan LAZ yang terus menghadirkan produk zakat yang sangat brilian. Menurutnya, ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola zakat yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.

"Program ini adalah bentuk kepedulian masyarakat zakat terhadap peran dan fungsi para kyai sebagai pilar pertahanan bangsa, semoga program ini dapat memicu dan motivasi dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat," katanya saat membacakan pernyataan dari Menag.

"Kita patut bersyukur dengan banyaknya terobosan program lembaga pengelola zakat yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dakwah para kyai dan tentu akan semakin memperkuat langkah para ulama dalam menjalankan fungsinya sebagai pengayom utama dan pewaris Risalah nubuwah," sambungnya.

Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui penjelasan Baznas soal program Kita Jaga Kyai