Komnas Perempuan Geram Niko Al Hakim dkk Lecehkan Wanita Saat Live IG

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 15:41 WIB
Niko Al Hakim
Niko Al Hakim (Foto: Instagram/@okintph)
Jakarta -

Influencer Niko Al Hakim atau Okin diduga melakukan pelecehan seksual di media sosial. Aksi pelecehan seksual itu diduga dilakukan Okin saat melakukan siaran langsung atau live di Instagram.

Video aksi pelecehan seksual yang dilakukan Okin bersama dua rekannya, El Nanda dan Hasan Alaydrus, pun ramai beredar dan diperbincangkan. Tak hanya melakukan pelecehan seksual, Okin dkk dinilai telah merendahkan perempuan dalam live tersebut.

Dalam video yang beredar, tampak Okin dkk mendorong netizen yang menonton live mereka untuk mengikuti tantangan yang tidak senonoh. Mereka mensyaratkan netizen yang ingin live bersama mereka untuk mengucapkan kalimat ajakan yang berbau seksual yang disebut sebagai password.

Hingga akhirnya ada salah satu perempuan yang berhasil diajak live bersama Okin dkk setelah menuliskan password berbau seksual yang diminta. Tak hanya di situ, dalam video itu, Okin tampak meminta netizen perempuan tersebut =kembali mengucapkan password namun harus menggoda salah satu rekannya.

"Coba sekali lagi, sekali lagi, yang suaranya lebih menggoda," kata Niko Al Hakim.

"Iya, lebih menggoda," timpal El Nanda.

Perempuan itu tampak memenuhi permintaan ayah dua anak tersebut. Tak hanya itu, Okin juga tampak menyuruh si netizen menirukan gerakan tangannya.

"Tangan kamu (menunjukkan jari telunjuk) gini. Ini kan bisa apa saja, ya? Kalau kamu nggak mau ngikutin, kita kick nih. Anggap ini (menunjukkan jari telunjuk) punya Baba," ujar Okin.

Video tersebut pun mendapat kecaman dari netizen. Banyak yang mengecam pelecehan seksual dan sikap merendahkan perempuan yang dilakukan Okin dkk tersebut.

Komnas Perempuan Angkat Bicara

Komnas Perempuan ikut angkat bicara perihal dugaan pelecehan seksual itu. Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat, menyayangkan sikap pria-pria yang disebut sebagai influencer tersebut.

"Sebagai seseorang yang berpengaruh sebagaimana arti dari influencer, mereka terikat perundangan-undangan yang berlaku di Tanah Air di jagat digital, di antaranya larangan menyebarkan fitnah, kebohongan publik, atau memprovokasi sentimen SARA. Influencer juga tak lepas dari kode etik komunitas warganet, seperti tidak mempromosikan atau mengumbar kekerasan siber berbasis gender seperti konten-konten seksisme dan pelecehan seksual," tutur Rainy kepada wartawan, Selasa (3//8/2021).

Menurut Rainy, apa yang dilakukan Okin dkk merupakan bentuk pelecehan seksual. Dia menilai tidak sepantasnya seorang influencer melakukan pelecehan seksual. Sebab, hal itu bisa merusak kredibilitas seorang influencer.

"Apa yang telah dilakukan influencer berinisial Ok, El, dan Bb merupakan bentuk pelecehan seksual berupa pesan-pesan cabul, seperti 'isepin aku dong', 'hamilin aku dong', dan seterusnya. Tidak sepantasnya seorang influencer melakukan pelecehan seksual. Hal ini dapat melenyapkan kepercayaan publik kepada mereka dan merusak kredibilitas serta reputasi sebagai influencer. Terbukti sebagian audiens memprotes keras komentar-komentar mereka yang cabul," kata dia.

Rainy juga berpesan kepada netizen agar memiliki kecerdasan digital. Dia meminta netizen bersikap kritis dan menolak semua bentuk pelecehan seksual di media sosial atau di mana pun.

"Di era digital di mana profesi influencer berkembang pesat di jagat virtual, warganet dituntut memiliki kecerdasan digital, di antaranya, pertama, bersikap kritis dan menolak semua bentuk pelecehan seksual di media sosial atau ruang-ruang virtual. Jangan pernah menonton atau mengklik influencer yang pernah melakukan pelecehan seksual," ujar Rainy.

Rainy juga meminta netizen segera melaporkan konten-konten yang mengandung kekerasan seksual. Komnas Perempuan, tegasnya, terbuka terhadap semua pengaduan terkait kekerasan seksual.

"Kedua, laporkan konten-konten yang mengandung kekerasan seksual seperti pelecehan seksual berupa ungkapan-ungkapan cabul. Komnas Perempuan terbuka untuk setiap pengaduan terkait semua bentuk kekerasan siber berbasis gender," pungkas dia.

Simak video 'Setelah Zara Adhisty, Instagram Niko Al Hakim Kini Juga Menghilang':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/haf)