Polda Sumsel Siap Bantu Cari Solusi Pencairan Hibah Rp 2 T dari Akidi Tio

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 15:22 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi (dok Istimewa)
Palembang -

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) masih mendalami kebenaran bantuan Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha Akidi Tio. Polisi menyebut pihak keluarga Akidi Tio sempat ingin mencairkan dana lewat bilyet giro.

"Dia kemarin ke bank, di bank itu mau menyelesaikan bilyet giro di bank itu. Jadi akan ada pencairan lewat bilyet giro, itu yang masih kami dalami," kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, kepada detikcom, Selasa (3/8/2021).

Polisi sempat meminta keterangan dari putri Akidi, Heryanty, dan dokter pribadi keluarga Akidi, Prof Hardi Darmawan. Keduanya dimintai keterangan terkait kepastian uang senilai Rp 2 triliun karena sampai saat ini uang tersebut belum ada, padahal sudah jatuh tempo pencairan.

"Memang Rp 2 triliun itu sangat banyak, kalau uangnya ada tidak sulit juga. Apalagi uang pribadi ya tidak perlu minta persetujuan dari mana-mana," ujar dia.

Polisi juga mendalami kabar uang disimpan di luar negeri. Jadi perlu proses lebih panjang dalam pencairannya.

"Kalau dana itu di Indonesia ya tidak masalah. Lain cerita kalau rekening di luar negeri, Prancis atau apa misalnya. Itu masih kita mintai keterangan, kalau ada di Singapura berarti tidak sama di Indonesia, maka kita bantu apa yang jadi kendala kita jadikan solusi," ungkapnya.

Supriadi mengatakan Polda Sumsel juga siap membantu mencari solusi terkait pencairan dana hibah tersebut.

"Ya intinya kita carikan solusi biar selesai. Ya itu kan niatnya baik, kita bantu. Jangan nanti orang mau kasih bantuan nggak jadi," katanya.

Anak Akidi Diperiksa Polisi

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallangan mengatakan keduanya diperiksa untuk dimintai keterangan terkait kepastian uang senilai Rp 2 triliun karena sampai saat ini uang tersebut belum ada, padahal sudah jatuh tempo pencairan.

"Semestinya hari ini sudah ada uang tersebut, tetapi saat kita tunggu sampai pukul 14.00 WIB, uang tersebut belum ada di rekening giro Bank Mandiri milik mereka. Oleh karena itu, kita panggil mereka untuk dimintai kejelasan," kata Kombes Hisar seperti dilansir Antara, Senin (2/8).

Menurutnya, belum dapat dipastikan terkait status kedua orang tersebut karena sampai saat ini tim penyidik Reserse Kriminal Umum masih menyelidiki keterangan yang mereka berikan. Polisi juga menanyakan asal-usul dana hibah kepada Heryanty.

"Masih kita selidiki dana tersebut, baik keberadaannya maupun asal-usulnya dari mana apakah dari luar negeri atau dari mana kita belum tahu," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Heryanty dan Hardi menyerahkan bantuan Rp 2 triliun secara simbolis atas nama keluarga Akidi Tio ke Polda Sumsel. Bantuan itu diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.

Pemberian dana hibah triliunan disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus. Penyerahan dana diserahkan keluarga Tio kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko untuk penanggulangan COVID-19. Terutama kepada warga yang terdampak PPKM, yang saat ini tengah diberlakukan, Senin (26/7).

Simak video 'Kronologi Donasi 2 T Akidi Tio Hingga Berujung Pemeriksaan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/haf)