detikcom Do Your Magic

Jembatan Kota Paris Diubah Jadi Taman, Intensitas Tawuran Berkurang

Nur Aziza - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 14:30 WIB
Jembatan Kota Paris di Johar Baru Jakarta Pusat, telah berubah menjadi taman dan ruang terbuka hijau (RTH). Nama jembatan pun diubah menjadi jembatan persatuan.
Foto: Nur Aziza/detikcom
Jakarta -

Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat, telah selesai diubah menjadi taman untuk mengatasi masalah tawuran di sekitar lokasi. Meski tidak menghilang, intensitas tawuran di lokasi berkurang.

"Lebih mending ini, kalau kemarin hampir tiap hari tawuran," kata Humas RW 10, Kampung Rawa Sawah, Alfred M, di kediamannya, Selasa (3/8/2021).

Sebelumnya, orang-orang yang hendak tawuran menggunakan Jembatan Kota Paris sebagai akses tawuran di sekitar lokasi. Kini, mereka menggunakan akses selain Jembatan Kota Paris. Alferd menyebut bahwa tawuran terakhir terjadi sekitar dua minggu lalu.

Humas RW 10, Kampung Rawa Sawah, Alfred MHumas RW 10, Kampung Rawa Sawah, Alfred M (Nur Aziza/detikcom)

"Iya pelariannya ke situ, karena kan di sana (Jembatan Kota Paris) pelarian ditutup, jembatan pertama dibikin taman, jadi sekarang pelariannya di sini Swadaya RT 10, Jl Rawa Sawah 3," kata Alfred.

Salah satu warga yang ditemui detikcom di Jembatan Kota Paris, Walim, mengatakan tawuran memang masih terjadi meski jembatan ini menjadi taman. Ia pernah mendapati orang-orang yang akan terlibat tawuran berkumpul di taman Jembatan Kota Paris ini.

"Sering tawuran, cuma di sini ngumpulnya sekarang (RTH-nya)," ujar pria berusia 74 tahun itu kepada detikcom.

Walim tak mengingat pasti tanggal tawuran itu setelah jembatan berubah menjadi taman. Pastinya, kata Walim, belum lama ini tawuran itu berlangsung.

Ia bercerita bahwa jembatan yang jadi taman ini dulunya memang sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda untuk narkoba serta tempat nunggu untuk tawuran. Kondisi RTH-nya dulu pun sangat semrawut.

"Berantakan, sudah rumah, rumah tidur situ tuh, wah kacau, apa saja kayu tumpuk sini, sekarang bagus ini diginiin. Ini kalau masalah jembatan ini gara-gara narkoba, bakal taburan, kalau sore perkumpulan anak-anak muda di sini. Kalau malam tuh, ya sudah nggak beres saja nih jembatan, jadi dipotong engak boleh untuk lewat di sini jembatan ini," kata Walim.

Meski tawuran masih terjadi, Walim bersyukur atas dibangunnya taman di Jembatan Kota Paris ini karena jadi tertata rapi.

"Lumayanlah senang, daripada berantakan," ujarnya. Walim mengaku sering beraktivitas di jembatan ini sejak berubah, melakukan aktivitas berjemur di saat pandemi COVID-19 ini."

(aik/dnu)