Bali Tetap Terima Bantuan Australia
Selasa, 28 Mar 2006 10:28 WIB
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali tetap akan menerima bantuan dari Australia meski hubungan diplomatik antara pemerintah RI dan Australia sedang menghangat. Pemprov Bali tidak ikut-ikutan dengan sikap Menko Kesra Aburizal Bakrie yang menunda menerima bantuan dari negeri Kanguru ini. "Bantuan itu tidak masalah. Itu jalan terus, karena ini terkait hubungan kemanusiaan. Rumah sakit dibantu, pendidikan dokter dibantu Australia. Itu menguntungkan kita. Itu menunjukkan kepedulian mereka pada masyarakat," kata Gubernur Bali Dewa Made Barata usai rapat paripurna DPRD Bali di kantor DPRD Jalan Dr Kusumaatmadja, Denpasar, Bali, Selasa (28/3/2006). Bantuan yang diberikan Australia menurut Dewa Berata tidak hanya diterima oleh Bali saja, tetapi juga diterima daerah-daerah lain. Demikian juga pemerintah yang menyumbang tidak hanya Australia saja, namun banyak negara yang memberikan sumbangan. "Jadi bantuan ini bukan baru, tetapi sudah dari dulu," katanya.Persoalan politik antara Indonesia dan Australia menurut Dewa Berata tidak terlau dikaitkan dengan bantuan-bantuan kemanusiaan. Persoalan politik yang tengah memanas belakangan dinilainya wajar."Bila pemerintah Indonesia bersikap keras terhadap Australia itu wajar karena memberikan visa kepada 42 WNI asal Papua. Itu hubungan politik," kata Gubernur. Sayangnya, meski pemerintah Indonesia sudah berupaya menjaga hubungan agar tetap manis, namun dilukai oleh persoalan yang menurut pemerintah Indonesia tidak adil. "Mereka ini kan tidak ada tekanan dari pemerintah, terus lari kemudian ditampung di sana. Itu yang menimbulkan masalah. Jadi pantaslah Indonesia bereaksi," katanya.
(jon/)











































