Vaksinasi Pertama DKI Tembus 7,6 Juta, tapi Dosis Kedua Baru 2,7 Juta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 14:23 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi Vaksin. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Jakarta -

Program vaksinasi di Jakarta saat ini sudah menembus 7,6 juta dosis yang disuntikkan ke warga. Namun angka itu baru dosis pertama, belum termasuk dosis kedua.

Berdasarkan data Pemprov DKI, Selasa (3/8/2021), data per Senin kemarin, sudah ada 7.6667.494 juta warga tervaksinasi dosis pertama di Jakarta. Sedangkan dosis kedua baru 2.744.716.

Terkait program vaksinasi di Jakarta ini, Pemprov DKI ditargetkan Presiden Jokowi untuk bisa melakukan vaksinasi ke 7,5 juta warga hingga Agustus. Dan, per akhir Juli lalu, 7,5 juta dosis telah dicapai baru dosis pertama.

screenshoot data Pemprov DKI.Foto: screenshoot data Pemprov DKI.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan sudah angkat bicara soal target vaksin itu. Anies bangga target Jokowi bisa lebih cepat dicapai.

"Pada tanggal 14 Juni yang lalu, Bapak Presiden memberikan target 7,5 juta vaksinasi dosis pertama di Jakarta yang harus tuntas di akhir bulan Agustus," kata Anies dalam keterangan lewat kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies bersyukur target itu tercapai. Sebanyak 7,5 juta orang telah mendapat vaksin virus Corona dosis pertama pada pengujung Juli ini. Ada pula 2,5 juta orang di Jakarta yang disuntik vaksin dosis kedua.

"Alhamdulillah, artinya ini adalah kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan (Jokowi)," kata Anies.

Vaksin Kedua Penting

Untuk diketahui, vaksin harus disuntikkan dua kali agar lebih efektif melawan COVID-19. Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) mengatakan bahwa kekebalan tubuh tidak langsung tercipta pasca-penyuntikan pertama. Kekebalan baru akan tercipta sepenuhnya dalam kurun 28 hari pasca-penyuntikan kedua.

"Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk," katanya dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (28/7/2021).

Pemberian vaksin dua kali memberikan kesempatan bagi sistem imun memproduksi lebih banyak antibodi. Vaksinasi harus dua kali dilakukan agar mereka bisa memberi tubuh pasokan sel memori yang kuat terhadap virus kemudian melawannya.

(idn/fjp)