Investigasi KIPI: IRT di Sulut Meninggal Tak Terkait Vaksin AstraZeneca

Trisno Mais - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 13:08 WIB
Minahasa Selatan -

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau Komda KIPI Sulawesi Utara (Sulut) selesai melakukan investigasi terhadap kematian ibu rumah tangga (IRT) berinisial TJ (30) di Minahasa Selatan (Minsel) yang meninggal usai divaksinasi AstraZeeneca. Kematian almarhumah disebut tak terkait vaksin AstraZeneca.

"Kesimpulan kasus an. Ny. JT penyebab kematian adalah Sepsis dan Anemia pasca-perdarahan," kata Jubir Satgas COVID-19 Sulut dr Steven Dandel, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (3/8/2021).

Investigasi kematian TJ dilakukan oleh tim surveilans KIPI tingkat puskesmas dan kabupaten/kota dan dilaporkan ke Dinkes Sulut.

Steven menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan, didapati penyebab kematian karena infeksi bakterial serta terjadi penurunan Hb, bukan karena vaksinasi.

"Data pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya infeksi bakterial yang berat disertai penurunan Hb. Tidak didapatkan data kondisi kesehatan pasien sebelum vaksinasi," kata dia.

Tak hanya itu, dijelaskan Steven, berdasarkan hasil diskusi virtual pada 23 Juli 2021 antara Komnas PP KIPI, Komda KIPI Sulut, Puskesmas Motoling, RS Cantia Tompaso Baru, Dinkes Minsel dan Dinkes Sulut, KIPI yang terjadi adalah koinsiden (tidak ada kaitan dengan pemberian vaksinasi COVID-19).

"Infeksi bakterial dan pucat yang terjadi tidak berkaitan dengan vaksinasi COVID-19," kuncinya.

IRT inisial TJ (sebelumnya ditulis JLT) di Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia setelah disuntik vaksin AstraZeneca. Suami almarhumah TJ, Michael Sigarlaki, mengungkap kronologi istrinya menerima suntik vaksin AstraZeneca lalu meninggal dunia beberapa hari setelahnya.

"Istri saya divaksin dosis pertama AstraZeneca pada tanggal 7 (Juli). Jadi tanggal 8 esokan hari dia sudah mengalami efek samping itu," ujar Michael saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (21/7).

Michael memastikan istrinya tidak memiliki penyakit bawaan. Sebelum menerima vaksin, istri Michael juga dalam keadaan sehat.

"Bisa dipastikan istri saya tidak ada komorbid atau penyakit bawaan. Waktu vaksin itu dia sehat, jadi waktu itu tidak ada gejala sakit," katanya.

(nvl/nvl)