Produsen Inoac Apresiasi Pengungkapan Kasus Kasur Palsu di Tangerang

Sponsored - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 11:51 WIB
Inoac
Proses penggeledahan merek kasur busa Inoac palsu oleh kepolisian sektor Tigaraksa Kabupaten Tangerang.
Jakarta -

PT Inoac Polytechno Indonesia (PT IPI) selaku produsen Inoac mengapresiasi upaya Polres Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang berhasil mengungkap dugaan pemalsuan kasur busa merek Inoac.

Polres Tigaraksa juga mengamankan ratusan lembar barang bukti kasur Inoac palsu dari salah satu toko dan gudang di Jl. Sarwani, Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Kamis,(29/7).

Kuasa hukum PT IPI Radius Simamora mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk bagi pengungkapan kasus pemalsuan merek Inoac yang disinyalir banyak beredar di kawasan Tangerang dan Serang.

"Kami sangat mengapresiasi kesigapan dan keberhasilan Polres Kabupaten Tangerang dalam mengungkap kasus pemalsuan merek klien kami. Semoga ini menjadi pelajaran bagi para pelaku pemalsu lainnya bahwa ada jerat hukum yang menanti mereka," ungkap Radius dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

InoacPT Inoac Polytechno Indonesia

Radius menerangkan toko dan gudang yang digeledah adalah milik Maju Jaya Furnitur (MJF). Sebelum digerebek polisi, Radius menyatakan pihaknya pernah melaporkan pemilik MJF pada Desember 2020 karena terindikasi merakit dan menjual kasur merek Inoac palsu. Namun, saat itu pelaku meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan pihak Inoac menganggap kasus ini selesai.

Namun, pada Februari 2021, pihaknya kembali menerima laporan tentang temuan beredarnya kasur bermerek Inoac yang diduga palsu. Untuk membuktikan hal tersebut, tim Inoac mengecek beberapa lokasi di Kabupaten Tangerang dan wilayah Serang. Hasilnya, ditemukan banyak produk kasur palsu dengan merek Inoac yang dikeluarkan Inoac Osaka yaitu merek Linoac dan Hinoac.

"Tim dari Inoac menelusuri asal dari kasur inoac palsu yang beredar di pasaran dan mendapat laporan bahwa kasur tersebut dikirim dari MJF. Tapi Sebelum membuat somasi dan laporan polisi, kami terlebih dahulu melakukan pengecekan barang bukti ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia," ulas Radius.

Radius yang ikut dalam penggerebekan menceritakan polisi mengamankan beberapa pekerja. sementara itu, owner dari MJF berinisial M, tidak ada di lokasi. Dari toko dua lantai dan gudang milik MJF yang digerebek diamankan 250 buah kasus busa Inoac palsu.

"Dari toko dua lantai milik M hanya ada satu kasur inoac asli, sedang 101 pcs kasur Inoac palsu dan dari gudang ada sekitar 150 pcs kasur inoac palsu," jelas Radius.

Radius menambahkan, hingga Jumat (30/7) malam, polisi telah memeriksa penjaga toko dan gudang sebagai saksi. Adapun owner MJF diperiksa pada Senin (2/8).

"Mereka yang melakukan pemalsuan ini bisa dikenakan UU no.20 tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun ke atas dan denda 2 miliar," sebut Radius.

InoacPT Inoac Polytechno Indonesia

Sementara itu, Adrea selaku Perwakilan PT IPI menambahkan MJF sebelumnya merupakan salah satu customer besar dari PT Tri Sukses Jaya yang merupakan salah satu distributor resmi kasur Inoac. Dalam sebulan, nilai transaksinya mencapai Rp 1,5 miliar. Namun belakangan MJF berhenti memesan produk Inoac dan kemudian pihaknya mendapat laporan adanya peredaran kasur busa merek Inoac palsu yang dikirimkan dari MJF.

"Kami sangat dirugikan dengan adanya pemalsuan produk inoac ini, apalagi selagi menjadi rekanan kami omzet per bulan dari terduga pelaku ini miliaran jumlahnya," kata Adrea.

Adrea menyampaikan pihak PT IPI telah melakukan berbagai upaya untuk menghindari pemalsuan produk Inoac. Hanya saja, para pemalsu begitu cepat melakukan pemalsuan setiap kali ada pembaharuan yang dilakukan pada produk inoac asli.

Dia mencontohkan, pihaknya pernah mengganti stiker dan membuat embos (tulisan timbul) di produk kasur busanya, namun sebulan setelah dirilis para pemalsu sudah memalsukannya. Adrea berharap pengungkapan kasus tersebut bisa menjadi pelajaran pada masyarakat untuk menghargai jerih payah yang telah memiliki hak cipta.

"Kami berharap dan mengimbau kepada distributor dan toko untuk menghargai sebuah brand yang dibangun dengan kerja keras hingga menjadi brand yang dikenal masyarakat akan kualitasnya," tegas Adrea.

Adrea menyatakan pihaknya juga mengapresiasi Polres Tigaraksa atas upaya penindakan terhadap pelaku pemalsuan kasur busa merek Inoac dan berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

"Kejahatan pemalsuan ini tidak hanya merugikan brand kami, tetapi konsumen juga, mereka mendapatkan kasur busa yang kualitasnya jauh di bawah produk aslinya, kasurnya cepat rusak," imbuh Adrea.

(Content Promotion/Inoac)