Polisi Dalami Klaim Dana Hibah Rp 2 T dari Akidi Tio Disimpan di Luar Negeri

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 11:49 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Polisi masih mendalami soal kebenaran bantuan Rp 2 triliun dari pihak keluarga Akidi Tio. Termasuk terkait dana bantuan yang dikabarkan disimpan di luar negeri.

"Memang Rp 2 triliun itu sangat banyak. Kalau uangnya ada, tidak sulit juga. Apalagi uang pribadi, nggak perlu minta persetujuan dari mana-mana," terang Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Supriadi ketika dimintai konfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Supriadi menyebut tak akan ada masalah walaupun bantuan dicairkan melalui bilyet giro. Kecuali dana yang dihibahkan itu ada di luar negeri, maka dibutuhkan waktu.

"Kalau dana itu di Indonesia, ya tidak akan ada masalah. Lain cerita kalau rekening di luar negeri, Prancis atau apa misalnya. Itu masih kita mintai keterangan. Kalau ada di Singapura, berarti tidak sama di Indonesia, maka kita bantu apa yang jadi kendala, kita carikan solusi," katanya.

Untuk memastikan bantuan, anak bungsu Akidi Tio, Heryanty, juga akan diperiksa lagi hari ini. Tidak tertutup kemungkinan lima anak Akidi lainnya akan diperiksa juga oleh Ditreskrimum Polda Sumsel.

"Sejauh ini hanya Heryanty yang kita periksa. Tetapi kalau hasil pemeriksaan kakak-adiknya tahu, akan kita panggil juga. Tapi ini kan sebenarnya sumber dana dari orang tuanya. Sekarang Heryanty dulu," katanya.

"Dia (Heryanty) kemarin ke bank, di bank itu mau menyelesaikan bilyet giro. Katanya itu mau ada pencairan lewat bilyet giro dan itu yang masih kami dalami," katanya.

Polisi Tanya Asal-usul Hibah Rp 2 T

Kemarin Heryanty bersama dokter pribadi Akidi Tio bernama dr Hardi Darmawan memenuhi undangan Polda Sumsel. Mereka tiba di Polda Sumsel pada Senin (2/8) siang dan diperiksa hingga hampir tengah malam.

Setelah tujuh jam diperiksa, sekitar 20.20 WIB dr Hardi Darmawan meninggalkan Mapolda Sumsel terlebih dahulu menggunakan mobil minibus berwarna hitam.

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallangan mengatakan keduanya diperiksa untuk dimintai keterangan terkait kepastian uang senilai Rp 2 triliun karena sampai saat ini uang tersebut belum ada, padahal sudah jatuh tempo pencairan.

"Semestinya hari ini sudah ada uang tersebut, tetapi saat kita tunggu sampai pukul 14.00 WIB, uang tersebut belum ada di rekening giro Bank Mandiri milik mereka. Oleh karena itu, kita panggil mereka untuk dimintai kejelasan," kata Kombes Hisar seperti dilansir Antara, Senin (2/8).

Menurutnya, belum dapat dipastikan terkait status kedua orang tersebut karena sampai saat ini tim penyidik Reserse Kriminal Umum masih menyelidiki keterangan yang mereka berikan. Polisi juga menanyakan asal-usul dana hibah kepada Heryanty.

"Masih kita selidiki dana tersebut, baik keberadaannya maupun asal-usulnya dari mana apakah dari luar negeri atau dari mana kita belum tahu," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Heryanty dan Hardi menyerahkan bantuan Rp 2 triliun secara simbolis atas nama keluarga Akidi Tio ke Polda Sumsel. Bantuan itu diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.

Pemberian dana hibah triliunan disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus. Penyerahan dana diserahkan keluarga Tio kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko untuk penanggulangan COVID-19. Terutama kepada warga yang terdampak PPKM, yang saat ini tengah diberlakukan, Senin (26/7).

Simak Video: Kronologi Donasi 2 T Akidi Tio Hingga Berujung Pemeriksaan Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(ras/jbr)