6 Harimau di Ragunan Dites Swab Hari Ini, Bagaimana Caranya?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 18:13 WIB
Kabar dua ekor harimau di Ragunan terpapar virus Corona curi atensi publik. Diketahui, ini bukan kali pertama kasus infeksi virus Corona ditemukan pada hewan.
Harimau (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Pihak Taman Margasatwa Ragunan (TMR) bersama Balai Besar Penelitian Veteriner Subang yang berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melakukan tes usap atau swab terhadap harimau yang ada di Ragunan. Ada enam dari sembilan harimau yang di-swab hari ini.

"Alhamdulillah, dari sembilan ekor harimau yang ada di klaster harimau ini, kita sudah berhasil mengambil enam sampel dari enam ekor harimau," kata dokter hewan TMR, Ahmad Muchsin, di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021).

Muchsin menjelaskan, harimau itu tidak dibius saat dilakukan tes swab. Petugas melakukan swab secara manual layaknya tes swab kepada manusia pada umumnya.

"Alhamdulillah, kami menghindari pembiusan. Kalau masih bisa dilakukan dengan cara manual, kami lakukan secara manual," katanya.

Muchsin menjelaskan, sebelum di-swab, para keeper atau biasa disebut pawang ini, mulanya mendekati harimau. Seperti halnya manusia, kata Muchsin, hewan juga akan nyaman jika berada dalam lingkaran orang terdekatnya.

"Jadi ada pendekatan dari keeper, sehingga keeper itu kan sudah ada habituasi sebelumnya dengan satwa. Artinya, dia adalah bukan orang asing bagi satwa," tuturnya.

Tak hanya sampai di situ, Muchsin menyebut pihaknya juga memancing harimau itu dengan makanan yang disukai. Dengan demikian, para petugas yang melakukan swab bisa mendekat dan mengambil sampel.

"Tapi, pastilah si satwa ada hal-hal yang harus diwaspadai oleh satwa sehingga kami melakukan pancing dengan makanan yang dia sukai, sehingga dengan pendekatan-pendekatan pelan-pelan akhirnya kita bisa mendekat dan mengambil sampel," tuturnya.

Muchsin menyebut tes swab terhadap harimau sama seperti halnya manusia, yaitu melalui hidung. Namun, untuk hewan tingkat kedalaman masuknya alat swab berbeda dengan manusia.

"Betul, sama prosesnya dengan manusia. Betul, jadi ada kedalaman tertentu dari laboratorium yang sudah memberikan alat sehingga memungkinkan untuk pengambilan sampel tersebut," ungkapnya.

Muchsin menyebut sampel keenam harimau ini akan dibawa ke Bvet Subang, Jawa Barat. Pengujian sampel akan berkisar 2-3 hari.

Diketahui, dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan sempat terpapar COVID-19. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengungkapkan keduanya diketahui terpapar virus Corona saat salah satu harimau Sumatera, Tino, mengalami gejala COVID-19.

Tak lama kemudian, harimau Sumatera lainnya, Hari, mengalami gejala yang sama. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kemudian melakukan tes swab kepada keduanya. Hasilnya, Tino dan Hari dinyatakan positif COVID-19.

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar COVID-19," kata Suzi melalui keterangan tertulis, Minggu (1/8).

Suzi mengungkapkan dibutuhkan waktu 10-12 hari pengobatan, hingga kondisi kedua satwa itu berangsur pulih dan sehat. Tino dan Hari, lanjutnya, selama terpapar COVID-19 pun diberi pengobatan COVID-19.

"Di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari," kata Suzi.

(whn/zap)