Wagub DKI Sebut Ada Pengecualian Pembeli di Warteg Tanpa Syarat Harus Vaksin

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 18:12 WIB
Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) mengkritik aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah.
Ilustrasi Warteg (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menerapkan aturan wajib vaksin Corona bagi pedagang dan pengunjung warung tegal (warteg). Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan ada pengecualian bagi warga yang belum bisa divaksinasi karena faktor tertentu.

"Tentu ada ketentuan dan aturan, jadi ketentuan ini kan dibuat untuk kebaikan bersama. Nanti ada pengecualian-pengecualian, misalnya (pembeli) di bawah umur 12 tahun, kemudian yang komorbid, yang sakit," kata Riza kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Riza mengatakan penyesuaian aturan ini dilakukan agar bisa mengakomodasi kebutuhan warga. Dia pun menepis persyaratan wajib vaksin dianggap menyulitkan pembeli dan pedagang warteg.

"Tentu aturan ini dibuat sebaik mungkin untuk bisa memenuhi kepentingan semua," jelasnya.

Politikus Gerindra itu juga menjamin kemudahan dalam mendapatkan vaksinasi COVID-19 di Jakarta. Riza mengatakan hal itu bisa dilihat melalui capaian target 7,5 juta warga divaksin sebelum akhir Agustus.

"Dengan kondisi vaksin saat ini sangat memungkinkan. Kita sudah mencapai 7,5 juta lebih, persentasenya cukup tinggi, itu sebagai syarat sangat memungkinkan karena keberhasilan vaksin sudah tinggi di DKI Jakarta," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan syarat vaksinasi di sejumlah kegiatan, salah satunya bagi pembeli dan pedagang di warteg.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan alasan aturan pedagang dan pengunjung warung makan, seperti warteg, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan, wajib sudah divaksinasi Corona. Dia mengatakan aturan itu dibuat untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19.

"Kebijakan ini diambil untuk mengurangi potensi penyebaran," kata Riza secara virtual kepada wartawan, Sabtu (31/7).

Riza mengatakan ada potensi penyebaran COVID-19 melalui droplet di tempat makan. Riza mengatakan orang yang sedang makan pasti melepas masker.

"Karena sesungguhnya, ketika kita makan, itu tidak ada pilihan, kita pasti membuka masker. Ketika membuka masker inilah potensi droplet penyebaran virus terjadi. Jadi saya kira kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi penyebaran," tuturnya.

Simak juga 'Wagub DKI soal Nasib PPKM Level 4: Kita Tak Ingin Dahului, Tunggu Pak Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)