Jovi-Andovi da Lopez Ungkap Cerita di Balik Konten Budaya Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 17:55 WIB
Bincang Bangsa dan Konser Kolaborasi meriahkan pembukaan Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)
Bincang Bangsa meriahkan pembukaan Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Rumah Digital Indonesia menyuguhkan Bincang Bangsa bertajuk 'Membuka Pintu Inklusivitas lewat Kolaborasi' semalam. Dua di antara narasumber yang dihadirkan adalah content creator kakak-adik Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez yang kerap membuat konten video yang lekat dengan budaya Indonesia.

Talk show Bincang Bangsa itu ditampilkan di Panggung Nasional Rumah Digital Indonesia yang bisa diakses di www.rumahdigitalindonesia.id. Staf Khusus Presiden Putri Tanjung pun menanyakan alasan Jovi dan Andovi membuat konten-konten dengan perspektif budaya dan fenomena masyarakat Indonesia.

Jovi mengaku kecintaan mereka terhadap budaya-budaya Indonesia telah terpupuk sejak kecil. Sebagai anak dari seorang diplomat yang pernah tinggal di sejumlah negara, dia mengaku kehidupannya dan Andovi tak pernah lepas dari kebudayaan Nusantara.

"Kebetulan mama itu kepala kebudayaan, jadi kita mau enggak mau, suka enggak suka, di setiap negara, kita harus mengedepankan budaya Indonesia," kata Jovi.

Jovi mengaku mulanya tidak menyukai hal itu. Sebagai anak kecil, Jodi dan Andovi lebih senang bermain bersama teman-temannya. Namun, lantaran bergelut dengan kebudayaan Indonesia sudah menjadi rutinitasnya, perlahan-lahan hal itu pun melekat dengan dirinya.

"Tapi karena jadi rutinitas, selalu diulang-ulang, ujung-ujungnya nempel," ucap Jovi.

Oleh karena itu, tatkala terjun ke dunia content creator, Jovi-Andovi pun sekaligus mempromosikan budaya-budaya Indonesia dalam konten video. Selain itu, Jovi-Andovi punya alasan lain. Jovi-Andovi ingin konten-konten mereka menjadi counter dari berbagai konten negatif. Sebab, mereka kerap melihat konten-konten negatif terkait Indonesia di media sosial.

"Dari kecil pekerjaan kita membanggakan negara ini. Jadi saat kita lihat (konten) energi negatif di media sosial, kita malah mau netralisir," kata Jovi.

Dalam kesempatan yang sama, Andovi menyampaikan, hingga kini mereka masih terus mempelajari berbagai kebudayaan Indonesia. Andovi ingin anak-anak muda Indonesia juga melakukan hal yang sama.

"To be honest, budaya Indonesia itu sangat-sangat keren. Gue berharap anak-anak muda Indonesia makin berapi-api," ujar Andovi.

"Jujur kita masih banyak belajar dan semoga kita bisa membawa budaya Indonesia jauh lebih mantap," imbuh dia.

(mae/fjp)