Jorok! Sampah Kiriman Pasar Pabaeng-baeng Makassar Menumpuk di Kanal

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 16:01 WIB
Sampah menumpuk di Kanal Balang Baru Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Sampah menumpuk di Kanal Balang Baru Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Kanal Balang Baru di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tampak jorok dengan banyaknya sampah yang menumpuk. Sampah-sampah itu merupakan kiriman dari Pasar Pabaeng-baeng dan menumpuk di pintu air kanal.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (2/8/2021), area Kanal Barang Baru tampak jorok dan mengeluarkan aroma bau busuk menyengat. Tumpukan sampah juga turut mencemari air kanal menjadi hitam.

"Sudah lama (sampah menumpuk) dan selalu diangkat itu, sudah sering diangkut, kalau itu biasa disekat," kata Ketua RW 6, Balang Baru, Abbas Daeng Tata, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Lurah Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Syafruddin, mengatakan kemunculan sampah ini sudah menjadi perhatian setiap harinya di Kanal Balang Baru. Sampah menumpuk akibat adanya penyekatan di bawa jembatan kanal.

"Karena saya baru di sini ditugaskan, sebenarnya tidak sering tapi kadang kadang ada, ini sampah kiriman dari Pasar Pabaeng-baeng, jadi ada jaringnya dekat asrama haji, jadi kalau jaring terbuka, otomatis sampahnya lari semua ke kanal,," kata Syafruddin.

Ia menyebut Kanal Balang Baru menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar dalam hal kebersihan. Ia pun sering melakukan koordinasi untuk mengangkut sampah yang menumpuk akibat jaring di Kanal Balang Baru penuh dengan sampah.

"Ah jadi otomatis sudah diambil ada lagi muncul. Tidak menentu jadwalnya (ambil sampah), tapi dibersihkan," tuturnya.

Pihaknya juga telah meminta dengan menghimbau masyarakat agar menjadi kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di kanal.

"Karena kita kan saat ini dibawa kewenangan Dinas PU bersihkan kanal, jadi kita imbau warga tidak buang sampah di kanal, namanya warga masih kurang (sadar), itu masih ada perilaku tak bagus, apalagi di kanal dan ini permukiman kanal," tegasnya.

(nvl/nvl)