Jawa-Bali Diakselerasi, RI Baru Dapat 22% dari Total Vaksin COVID

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:51 WIB
Anak-anak usia 12-17 tahun mengikuti vaksinasi COVID-19 di kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu (24/7). Program vaksinasi ini untuk memperingati Hari Anak Nasional.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut tingkat kematian karena Corona di Pulau Jawa dan Bali tinggi sekali. Karena itu, vaksinasi Corona perlu diakselerasi di daerah tersebut.

"Pesan Bapak Presiden mengingat provinsi Jawa dan Bali ini tinggi sekali kenaikan kasusnya dan juga kematiannya, ini harus diakselerasi vaksinasinya," ujar Budi usai rapat terbatas bersama Jokowi, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Setpres, Senin (2/8/2021).

"Jadi kalau bertanya vaksinasi ini lebih banyak di daerah tertentu, karena memang daerah itu yang kasus konfirmasi paling tinggi dan kematiannya paling tinggi," terang Budi.

Vaksinasi tersebut, terang Budi, diberikan kepada masyarakat berbasis risiko. Artinya, Kemenkes melihat pihak atau daerah mana saja yang paling berisiko terpapar COVID, harus divaksinasi lebih dulu.

"Kenapa kita vaksin nakes duluan dan diistimewakan karena mereka yang paling berisiko tinggi karena setiap hari harus melayani pasien COVID," kata Budi.

"Kenapa kita berikan di beberapa kabupaten/kota lebih banyak karena kematiannya paling tinggi di sana, orang yang terkena paling tinggi. Jadi mohon pengertiannya," terangnya.

Budi menuturkan, pada Juni, Indonesia baru memperoleh 22% dosis dari total vaksin yang dibutuhkan. Angka ini terdata hingga Juni.

"Memang sampai bulan Juni kita baru mendapat sekitar 22% dari total vaksin yang kita butuhkan," ujar Budi.

"Jadi kalau bapak-ibu yang sudah divaksinasi sekitar 20%, itu kira-kira sama dengan nasional," jelas Budi.

Namun pada Agustus ini, jelas Budi, ada kabar baik. Ratusan juta dosis vaksin bakal datang ke Tanah Air.

"Mulai bulan Agustus sampai September itu akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin itu ada saatnya kita bekerja keras bersama-sama untuk melakukan vaksinasi," imbuhnya.

(isa/fjp)