Pria Positif COVID Diviralkan Dianiaya Alami Gejala Berat Sebelum Wafat

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 10:57 WIB
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Medan -

Pria positif Corona atau COVID-19 yang diviralkan dianiaya warga di Toba, Sumatera Utara (Sumut), Salamat Sianipar, meninggal dunia. Dia wafat dalam kondisi positif Corona dengan gejala berat.

"Dirujuk dengan alasan COVID-19 terkonfirmasi derajat berat," kata Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, saat dimintai konfirmasi, Senin (2/8/2021).

Rosa mengatakan Salamat sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) begitu tiba di RS Adam Malik. Salamat kemudian meninggal setelah dirawat selama 4 hari.

"Tanggal 29 Juli (Salamat meninggal)," tuturnya.

Sebelumnya, Salamat Sianipar dinyatakan meninggal dunia. Dia meninggal di RSUP Adam Malik.

"Iya betul (meninggal), semalam jam 16.30 WIB," kata Rosario Dorothy.

Setelah dilakukan penanganan di Adam Malik, jenazah Salamat dibawa pulang ke Kabupaten Toba untuk dimakamkan.

"Dibawa pulang ke Toba," jelasnya.

Video Salamat Sianipar yang disebut dianiaya warga karena positif Corona viral. Namun, istri Salamat menjelaskan hal itu dilakukan warga untuk mengamankan Salamat yang lari saat isolasi mandiri.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata istri Salamat, Risma, Minggu (25/7).

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya.

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga untuk mengamankan Salamat Sianipar gagal dan suami ku itu berhasil kabur ke hutan," ujar Risma.

Lihat juga Video: Kisah Bocah Gifari: Ortu Wafat Akibat Corona, Kini Jadi Anak Asuh Polres

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)