Gus Muwafiq Bicara Perbedaan Tobat dan Hijrah hingga Mualaf

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 09:55 WIB
Jakarta -

Media belakangan ini kerap menggunakan istilah kurang pas terhadap mereka, khususnya para selebritas, yang menekuni ajaran Islam secara lebih serius. Kepada mereka diistilahkan dengan hijrah, yang menurut KH Ahmad Muwafiq kurang pas karena yang dimaksud sebenarnya adalah tobat.

"Hijrah itu meninggalkan sesuatu yang baik, karena tidak jalan maka kemudian pindah ke tempat yang lain agar kebaikan itu jalan. Kalau sekarang kan istilah hijrah itu dipakai untuk orang yang tobat," kata Gus Muwafiq.

Alumnus UIN Kalijaga, Yogyakarta itu mencontohkan kepindahan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Kala itu Nabi Muhammad SAW sudah melakukan syiar Islam dengan baik di Mekkah tapi karena ada sebagian masyarakat di sana tidak bisa menerimanya, kemudian pindah ke Madinah.

"Jadi hijrah itu sudah membawa kebenaran menuju kebenaran yang lebih realistis namanya. Kalau orang yang dari dunia hitam terus kemudian masuk ke dunia yang bagus itu namanya taubat," jelas Gus Muwafiq.

Muwafiq yang pernah menjadi Asisten Pribadi Presiden Abdurrahman Wahid itu juga menjelasnya soal makna mualaf yang kerap tidak pas diterapkan. Secara terminologi dalam Al Quran, seorang mualaf itu adalah menerima hidayah dari yang lain dan masuk kepada Islam.

"Mualaf hati yang sudah dilembutkan, khusus untuk orang yang pindah keyakinan. Dalam ajaran Islam, mualaf harus disantuni dan dibimbing," ujarnya.

Karena harus memberikan bimbingan, sejatinya mensyahadatkan orang lain itu tidak sederhana. Apalagi bila cuma disyahadatkan di hadapan media tapi setelah itu dibiarkan dalam kesendirian. Akibatnya, dia tak dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar.

"Lalu banyak mualaf yang petakilan dan berani menghakimi orang lain, termasuk kiai," tuturnya.

(jat/erd)