Risma: Dengan Gotong Royong Tak Ada Kata Tak Bisa, Kita Pasti Bisa!

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 19:58 WIB
TAG : birojabar

Mensos Tri Rismaharini mendapati dapur umum di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, kekurangan kompor gas. Risma pun bergegas naik mobil untuk mencari kompor tambahan
Foto: Wisma Putra-Momen Risma Putar-putar Kota Bandung Cari Kompor Gas
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengingatkan pentingnya keragaman sebagai kekuatan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Dalam webinar 'Khidmat Perempuan dalam Dakwah Kemanusiaan' yang digelar oleh Nasyiatul Aisyiyah (NA) pada hari ini, ia mengungkapkan, Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang majemuk dengan beragam suku, agama, tradisi dan budaya, serta bahasa.

"Para orangtua kita mengajarkan agar tangan, kaki, mata, dan seluruh anggota tubuh ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain," kata Risma dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Peran NA, kata dia, sebagai bagian dari keluarga besar Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tentu sudah berkiprah banyak di bidang kemanusiaan. Selain itu, dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang berkolaborasi dengan elemen bangsa bahu membahu sebagai wujud khidmat perempuan dalam dakwah kemanusiaan.

"Berbuat bagi sesama bisa dilakukan dari hal-hal yang bisa jadi dianggap sepele. Misalnya menyingkirkan duri di jalanan itu oleh nabi kita dianggap kebaikan yang besar pahalanya. Apalagi ikut ambil bagian dalam penanganan COVID-19," katanya.

Di samping itu, ia mencontohkan, saat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pangan dan sayuran, ada solusi sederhana yang bisa dimulai dari hal-hal di lingkungan sekitar.

Solusi itu, kata dia, misalnya mengumpulkan biji cabe, biji mangga dan bibit jambu, serta beragam tanaman lainnya lalu ditanam di pekarangan, lahan kosong, dan bantaran sungai.

"Insyaallah dari pohon-pohon yang ditanam itu akan menghasilkan aneka buah-buahan yang bisa dinikmati oleh siapa pun. Sekaligus memberikan manfaat bagi semua makhluk dan dicatat amal jariyah. Sebab dari pohon itu akan mengeluarkan oksigen yang bermanfaat bagi segenap umat manusia tanpa kecuali," ujarnya.

Terkait pandemi COVID-19 belum kunjung usai, ia melihat hal tersebut sebagai pesan Tuhan kepada segenap elemen bangsa untuk menguji kekuatan, ketabahan, dan kebersamaan untuk bahu membahu dalam upaya pencegahan dan penanganan pandemi.

"Percayalah, dengan gotong royong, tidak ada kata tidak bisa. Kita pasti bisa! Allah telah memberikan segalanya kepada bangsa kita dengan dua musim, dibanding dengan negara luar yang harus menyiapkan baju dan makanan khusus untuk melewati pergantian setiap musim yang berbeda-beda tersebut," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa para pendiri bangsa mengajarkan semangat gotong royong dan bahu membahu, bergandengan tangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Untuk itu, kata dia, dalam menangani pandemi COVID-19 juga perlu semangat sama dimulai dengan melaksanakan protokol kesehatan (prokes), saling kolaborasi antar elemen bangsa untuk terus melayani, dan tidak boleh menyerah apalagi putus asa.

"Saya mengajak seluruh kader NA di mana pun berada. Mari bersama-sama kita bangun bangsa dan pastikan tidak kata menyerah. Tidak ada kata lelah, tidak ada kata putus asa. Kalau kita mau pasti bisa. Kita mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam segala hal. Jadi kenapa mesti bergantung kepada pihak lain?" katanya.

(ega/ega)