Kerjasama Keilmuan RI-Belanda Masih Terbuka Luas

Kerjasama Keilmuan RI-Belanda Masih Terbuka Luas

- detikNews
Selasa, 28 Mar 2006 02:30 WIB
Den Haag - Kerjasama keilmuan Indonesia-Belanda masih terbuka luas dan bisa terus ditingkatkan. Indonesia punya stok mahasiswa brilian untuk kerjasama saling melengkapi.Hal itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, dalam acara dialog di ruang Nusantara KBRI Den Haag dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda kemarin (26/3/2006).Menteri Kusmayanto datang ke Belanda memenuhi undangan menghadiri penganugerahan gelar doktor honoris causa dari Universitas Utrecht kepada Prof Dr Sangkot Marzuki. Waktunya yang cekak dimanfaatkan Indonesian Scientific and Technology Societies (ISTECS) dan PPI selaku payung para mahasiswa, untuk berdialog. Sialnya, menteri tidak diberitahu bahwa pada hari tersebut Belanda resmi memasuki waktu musim panas (pada Minggu jam 02.00 waktu dimajukan satu jam, dari semula jam 02.00 menjadi jam 03.00). Akibatnya menteri tidak menyadari bahwa jam 12.00 siang seharusnya sudah jam 13.00. Terpaksa acara disesuaikan, karena menteri juga masih ada janji dengan seorang profesor Belanda, sehingga waktu efektif untuk berdialog cuma 45 menit.Sempat diledek seorang mahasiswa karena tampil santai, cuma berkaos, celana jins dan sepatu kets, Menteri Kusmayanto menjelaskan bahwa peluang kerjasama di bidang pendidikan dan keilmuan antara Indonesia dengan Belanda sangat terbuka luas, terutama untuk bidang teknologi."Apalagi minat pelajar Belanda ke bidang eksakta terus menurun, mereka lebih tertarik ke bidang non-eksakta seperti hukum dan ekonomi. Kita bisa tawarkan topik riset yang di Belanda tak bisa diisi. Kita punya stok mahasiswa brilian," demikian Kusmayanto, seraya menambahkan bahwa dalam menjalin kerjasama ia lebih memilih pendekatan komplementatif. Sebelumnya, kerjasama tersebut secara tradisional diwakili poros Delft-Bandung (Universitas Teknologi Delft dan ITB, red). Kini, kata menteri, sudah diperluas hingga Universitas Twente, Universitas Teknologi Eindhoven, Wageningen, Groningen, dst."Pada saat saya masih rektor ITB, Delft pernah berulah. Saya lalu putar akal mencari alternatif dengan merangkul Groningen dan universitas lainnya. Delft lalu kelimpungan. Saya tahu persis situasi di Belanda kok. Kini semuanya sudah kembali berjalan hangat," kata Kusmayanto.Dalam kesempatan sempit itu Menristek Kusmayanto juga menerima draft usulan dari ISTECS melalui ketuanya, M. Chalid (Universitas Groningen) untuk peningkatan kerjasama membangun jaringan keilmuan dan teknologi dengan Belanda. Kabar terakhir dari KUAI Djauhari Oratmangun, Senin (27/3/2006) sore waktu Belanda, Menristek telah membicarakan draft usulan tersebut secara informal dengan Menteri Pendidikan Belanda Maria J.A. van der Hoeven, di sela-sela rehat prosesi penyerahan gelar doktor kehormatan untuk Prof. Sangkot di Domkerk, Universitas Utrecht. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads