Temuan KSP: Nakes Kelelahan Tracing Gegara Warga Hindari Testing

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 20:05 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis COVID-19
Ilustrasi tenaga kesehatan (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Tim Kantor Staf Presiden (KSP) menemukan fakta bahwa tenaga kesehatan (nakes) mulai kelelahan menangani tracing ketika melakukan serangkaian verifikasi lapangan di empat provinsi di Pulau Jawa. Pasalnya, tenaga kesehatan harus berjibaku jemput bola masyarakat yang enggan melakukan testing.

Fakta kelelahan para nakes itu awalnya diungkap oleh Kepala Puskesmas Wanasari, Kabupaten Bekasi, Kristina boru Ginting. Saat ditemui KSP pada Jumat (30/7), Kristina mengaku para nakes mulai kelelahan pada puncak pandemi Juni-Juli 2021.

"Puncak pandemi pada bulan Juni-Juli kemarin membuat kami kelelahan. Tapi semua nakes di sini sejak awal punya komitmen dan terus semangat, karena kami paling dekat dengan masyarakat sekitar sini," kata Kristina dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (31/7/2021).

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo mengungkap alasan nakes mulai kelelahan tracing lantaran hambatan yang dihadapi para nakes dalam melakukan penelusuran kontak atau tracing. Selain proses yang tanpa henti, Abraham menyebut para nakes dari puskesmas juga harus menghadapi kesulitan dalam meyakinkan pasien atau pihak yang memiliki kontak erat dengan pasien agar melakukan tes COVID-19.

"Masih banyak yang menghindar untuk melakukan tes. Kalau sudah begini, mau tidak mau tenaga kesehatan dari puskesmas harus mendatangi mereka dan membujuk mereka satu per satu," kata Abraham.

Dalam melakukan upaya tracing, Abraham menjelaskan, jika terdapat satu orang pasien positif COVID-19, para nakes akan melakukan upaya contact tracing terhadap setidaknya 15 orang yang pernah melakukan kontak erat. Namun, kata dia, hambatan terbesar mulai muncul lantaran sumber daya manusia di puskesmas sangatlah terbatas.

Alasan ini jugalah, menurutnya, yang menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan para nakes mengalami kelelahan yang luar biasa.

"Pemberdayaan warga di lingkungan terdekat menjadi salah satu solusi untuk bisa memperkuat upaya tracing dan membantu para tenaga kesehatan yang mulai kelelahan. Semakin banyak sukarelawan, akan semakin bagus. Walaupun ini tetap membutuhkan pemantauan dari puskesmas setempat," imbuh Abraham.

Abraham menyebut tracing, testing, dan treatment memang salah satu upaya yang terus diperkuat oleh pemerintah agar Indonesia bisa segera pulih dari pandemi. Tak hanya itu, program percepatan vaksin memang terus dilakukan untuk membentuk herd immunity di masyarakat juga selalu digencarkan.

"Soal stok vaksin ini, Presiden berulang kali menyampaikan untuk segera menghabiskan stok yang ada. Jangan ditahan-tahan. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin akan aman hingga akhir tahun. Memang datangnya bertahap," ujar Abraham.

Simak video 'PPKM Level 3-4 Akan Berakhir, Lanjut atau Tidak?':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idh)