Gelar Bansos Online, Kapolri Bicara Upaya Turunkan Level PPKM

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 18:19 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan driver ojol di lokasi penyaluran bansos online
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan driver ojol di lokasi penyaluran bansos online. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan strategi menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Terutama, kata Sigit, dengan akselerasi percepatan vaksinasi.

"Karena kita ketahui saat ini angka COVID masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah masih melakukan pemberlakuan pembatasan, dari mulai beberapa waktu lalu. PPKM darurat dan saat ini PPKM level di mana masing-masing wilayah berbeda, ada level 4 sampai level 1," kata Sigit saat meninjau pelaksanaan gebrak vaksinasi massal Presisi dalam rangka Bakti 30 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 91 Batalion Bhara Daksa di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (31/7/2021).

Sigit menjelaskan akselerasi percepatan vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai dan menekan laju pertumbuhan virus Corona, yang dapat berpengaruh terhadap level PPKM. Sebab itu, sambung Sigit, herd immunity atau kekebalan komunal dapat terwujud dengan vaksin.

"Terkait program herd immunity, salah satu cara menekan laju COVID-19, maka program vaksinasi mutlak dilakukan. Hari ini saya dapat laporan telah dibuka secara serentak 91 gerai untuk melaksanakan gebrak vaksin dengan sasaran 30 ribu masyarakat," jelas Sigit.

Selain vaksinasi massal, Sigit menuturkan pihaknya juga menggencarkan vaksinasi door to door. "Ini akan menjadi salah satu upaya untuk bisa mengakselerasi program vaksinasi. Program vaksinasi terus kita tingkatkan mulai gerai vaksin hingga door to door yang sudah berjalan," sambung dia.

Sigit menyampaikan cara lainnya untuk menurunkan level PPKM adalah sinergisitas seluruh elemen di satu daerah dalam menghadapi COVID-19, di samping vaksinasi. Mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan sinergisitas yang dimaksud ialah solid menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Dia menjelaskan gencarnya vaksinasi dan disiplin prokes akan menurunkan angka positivity rate. Jika kasus turun, lanjut mantan Kadiv Propam Polri ini, maka angka kematian akan turun dan meningkatkan angka kesembuhan.

Sigit menyebut, jika banyak pasien sembuh, bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit juga akan turun. Sigit menerangkan situasi tersebut akan mempengaruhi level PPKM di tiap daerah, di mana jika kondisi membaik, maka akan aturan PPKM akan dilonggarkan.

"Terkait dengan level tersebut, ada hal yang membedakan dan ada kelonggaran-kelonggaran berdasarkan asesmen. Oleh karena itu, ada dampak yang dihadapi dan antisipasi, salah satunya dengan membantu masyarakat yang terdampak. Kami harapkan kegiatan yang dilakukan dapat membantu masyarakat," ucap Sigit.

Terkait bantuan untuk masyarakat, Sigit dan teman-temannya dari alumni Akpol 91 pun membagikan bantuan sosial secara online, di mana masyarakat tak perlu berkerumun untuk mengambil bansos. Salah satu titik penjemputan bansos adalah di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim).

"Ini adalah titik pembagian bansos dengan menggunakan metode memanfaatkan medsos. Kemudian pembagian bansos ini dilayani rekan yang tergabung dalam ojek online," sebut Sigit.

"Jadi rekan-rekan tidak perlu hadir, cukup di medsos diantar dan dijemput oleh ojek dan ojeknya dibiayai panitia," sambung Sigit.

Ada 1.500 paket bansos online disalurkan dengan untuk membantu masyarakat yang perekonomiannya paling terdampak pandemi di titik pemberian bansos Jakarta Garden City, Cakung, ini.

"Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan panitia karena hari ini sedang merayakan ulang tahun angkatannya, yang kemudian mencoba ikut melaksanakan program-program pemerintah. Salah satunya vaksinasi dan membantu pemberian bansos kurang lebih 30 ribu paket," ujar Sigit.

(aud/fjp)