Suruh Masyarakat Beli STB Gegara TV Analog Dimatikan, Kemenkominfo Dikritik

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 16:27 WIB
Nurul Arifin dan Ruli dapat dukungan dari imam dan khatib
Foto: Tri Ispranoto
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin menyayangkan pernyataan Direktur Penyiaran, Direktorat Jenderal PPI, Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia di acara sosialisasi TV digital. Pasalnya, di kesempatan tersebut, Geryantika menganjurkan masyarakat untuk membeli Set Top Box (STB) pada produk tertentu.

Menurutnya, hal tersebut tidak menunjukkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Terlebih per 17 Agustus, pemerintah akan memberlakukan ASO (Analog Switch Off) dan beralih ke TV digital di 6 wilayah siaran Indonesia guna mengurangi beban masyarakat.

Nurul juga menilai anjuran tersebut tak sesuai dengan kesepakatan awal dengan DPR. Pasalnya, Kemenkominfo telah berjanji memberikan STB gratis bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga dapat beralih ke TV Digital.

"Kominfo ini tidak konsisten. Semasa pembahasan RUU Cipta Kerja dikatakan bahwa set top box akan diberikan secara gratis. Sekarang bukannya gratis malah kesannya mengambil keuntungan dari pengadaan set top box ini," ujar Nurul dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021).

Tak hanya itu, Nurul juga menyesalkan tindakan Kemenkominfo yang mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu merek STB dengan sertifikasi Kominfo dan tulisan 'Siap Digital'. Adapun produk ini meliputi, Nexmedia (NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD), Polytron (PDV 600T2), Ichiko (8000HD), Akari (ADS-2230, ADS-168 dan ADS-210), Venus (Brio), Tanaka (T2), Matrix (Apple), Evercoss (STB1).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan hal tersebut justru dapat menambah beban masyarakat. Hal ini mengingat banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi lantaran pandemi COVID-19.

Sebaliknya, Nurul meminta agar Kemenkominfo menunjukkan empati kepada masyarakat.

"Kominfo sama sekali tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang bertahan menghadapi pandemi ini. Televisi merupakan satu-satunya hiburan rakyat. Saat ini masih banyak masyarakat yang hanya punya TV analog," tambah Nurul.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini juga mengingatkan agar Kemenkominfo menunda program migrasi ke TV digital dan memaksa masyarakat membeli STB. Menurutnya, hal ini dapat merebut kebahagiaan masyarakat di tengah pandemi.

"Sebaiknya program ini ditunda dulu sampai reda pandemi. Atau kalau memang harus pindah saat ini maka STB harus dibagikan secara gratis," kata Nurul.

Nurul juga mengimbau agar seluruh pihak dapat mempertimbangkan realisasi program migrasi tersebut. Ia menilai anjuran Kemenkominfo untuk membeli STB yang sudah bersertifikat dan meminta masyarakat untuk mengecek di aplikasi SIRANI tak sesuai dengan kondisi saat ini.

"Jangan mengambil keuntungan di tengah kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Masih ada waktu sampai tahun depan untuk merealisasikan program transisi analog ke digital. Saya minta hal ini jadi perhatian kita bersama," pungkasnya.

(mul/ega)