Ada Demo Saat Kunjungan, Gubernur Banten Minta Maaf ke SBY
Senin, 27 Mar 2006 17:15 WIB
Banten - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke pabrik sepatu di Tangerang mendapat sambutan demo 200 buruh yang tergabung dalam Aliansi Kelompok Serikat Pekerja Indonesia Kota Tangerang.Karena merasa tak enak hati, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah, minta maaf kepada SBY karena tidak bisa mencegah aksi demo tersebut.Demo tersebut terdiri dari dua kelompok, pertama berada 100 meter atau di seberang area pabrik PT Panarub Industry, produsen sepatu merek Adidas dan Specs. Kedua, demo berjarak 200 meter yang sejajar dengan area pabrik.Pendemo mulai melakukan aksinya sebelum SBY datang sekitar pukul 14.00 WIB dan bertahan hingga SBY meninggalkan lokasi pabrik yang terletak di Jalan Raya Mauk Tangerang, pukul 16.00 WIB."Saya mencoba untuk mencegah, namun tidak bisa, jadi saya minta maaf. Mungkin ini adalah dampak dari demokrasi," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah dalam sambutannya, Senin (27/3/2006).Aksi demo ini menolak revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang tenaga kerja. Pendemo menuntut tidak lagi diterapkan sistem kontrak karena sistem outsourcing hanya untuk menghindari tanggung jawab pengusaha.Demo tersebut dikawal ketat aparat kepolisian yang berdiri di pinggir jalan di depan para pendemo, sehingga dari jalan aksi tersebut tidak terlihat mencolok. Hanya spanduk besar yang bertuliskan "Tolak Revisi UU Nomor 13 Tahun 2003" yang kelihatan jelas.Menanggapi maraknya penolakan buruh terhadap revisi UU Tenaga Kerja, dalam sambutannya SBY meminta agar Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan dialog dengan buruh."Saya harap ada kejujuran dan ketemu jalan keluar yang baik," ucap SBY.SBY meminta para pihak terkait itu tidak serta-merta menutup pintu dialog dan menolak aspirasi para pekerja."Aspirasi mereka harus kita dengar, rakyat saat ini sudah cerdas, jangan melakukan penyikapan yang hanya membuat rakyat tidak sejahtera, tidak perlu lagi usaha seperti itu," katanya.Menurut SBY, kebijakan pemerintah saat ini sudah jelas pro tenaga kerja. "Mereka harus mendapat hak secara adil, penghasilan yang layak dengan catatan tenaga kerja harus disiplin, produktif dan bersama-sama melakukan usaha untuk pertumbuhan usahanya," paparnya.SBY meminta semua pihak tidak menyangsikan perhatian pemerintah terhadap tenaga kerja. "Kita semua ingin dunia usaha tumbuh, perusahaan tumbuh karena kalau manajemen bagus, tenaga kerja bagus maka akan tercipta lapangan kerja baru yang bisa menolong sauadara-saudara kita yang masih menganggur," paparnya.SBY menambahkan, kebijakan yang dikembangkan pemerintah saat ini adalah bagaimana membangun kerjasama dan iklim bisnis yang baik, tanpa mengabaikan kesejahteraan dan keadilan.Dia meminta tidak ada lagi pihak yang menilai bahwa pemerintah pro pengusaha atau tenaga kerja.
(ir/)











































