Dear Pak Jokowi, Pandu Riono Ingatkan RI Menuju Jalur Jebakan Pandemi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 07:45 WIB
Pandu Riono, Epidemiolog FKM-UI
Pandu Riono (Foto: Wahyudi (20detik)

Belajar dari AS

Lebih lanjut, Pandu kemudian mencontohkan penanganan pandemi Corona yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Dia menyebut AS memiliki rencana yang sistematis dalam merespons pandemi.

"Amerika aja punya national response plan, ketika Presiden Joe Biden, sehingga ketika dia masuk dia implementasi. Yang tadinya berantakan banget di masa Trump sekarang sudah mulai keluar dari jebakan itu, walaupun ancaman jebakan tetap ada, tapi dia udah tahu cara-caranya gimana," jelasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia dinilai harus memiliki rencana dan target dalam mengatasi pandemi. Dia mengkritik panitia yang dibentuk pemerintah dalam merespons lonjakan kasus.

"Kita harus mengantisipasi bahwa ini kalau kita tidak punya target, tidak punya agenda yang terencana, yang fokus sistematik kita akan... Muter-muter di situ aja. Kita terperangkap dalam situasi yang tidak pernah kita tahu," ucapnya.

"Makanya saya bilang bikinlah national response plan, kerjakan sebagai pemerintahan langsung, jangan diserahkan ke panitia-panitia, nggak bisa kayak Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan), begitu ada ini Luhut ditunjuk, itu kan responsif banget, bukan antisipasi," imbuh Pandu.

Pandu mengusulkan agar penanganan pandemi ini langsung di bawah komando Presiden Jokowi. Dia menyebut setiap kementerian harus berjalan dalam bidangnya masing-masing dalam menangani pandemi.

"Langsung (di bawah Jokowi) pemerintah kan di setiap departemen harus bergerak. Kalau kita tidak bisa mengatasi pandemi, pemulihan ekonomi tidak akan bisa dilakukan dengan baik. Begitu kita mau longgarkan naik lagi kasusnya, begitu pertumbuhan ekonominya udah mulai membaik kalah lagi dengan kasus yang sangat tinggi. Petakan lagi, jadi nggak sustain. Kita harus sustain," kata dia.

Usul 3T Dilakukan Masif

Selain itu, Pandu mengatakan kasus Corona saat ini harus diturunkan ke level yang paling rendah. Salah satu caranya adalah melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) secara masif.

"Saran saya adalah jadi kita harus turunkan ini sekarang sampai selevel serendah-rendahnya, terus dipertahankan, jadi kita supresi ini, jadi kita lakukan supresi penularan, terus kita sustain dan terus kita pertahankan untuk sustain itu, supaya nanti jangan ada lonjakan gelombang ketiga. Mungkin ada lonjakan tapi lonjakannya nggak setinggi yang sekarang," ucapnya.

Dia meminta perlu ada fokus pengendalian penularan dengan masif melakukan pengetesan, pelacakan, dan perawatan.

"Bukan bergerak di hilir, bukan menyiapkan rumah sakit, bukan menyiapkan ICU. Uang habis hanya untuk menyiapkan rumah sakit, tapi testing-nya yang menjadi prioritas tidak dilakukan, testing, lacak, isolasinya," jelasnya.